MAKALAH
MODEL PEMBELAJARAN
GAMES
Diajukan untuk memenuhi tugas
MULTIMEDIA PEMBELAJARAN
Oleh: Kelompok 4
RAMADANA 1601401018
MAHIRA 1601401006
NURSELMI 1601401033
AWALUDDIN 1601401021
Semester: IV (Empat)
PROGRAM STUDY PENDIDIKAN PANCASILA DAN
KEWARGANEGARAAN
UNIVERSITAS COKROAMINOTO PALOPO
2018/2019
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Alhamdulillah puji syukur kami
ucapkan kepada Allah SWT atas segala Rahmat dan HidayahNya, kami
dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “MODEL PEMBELAJARAN GAMES”
Ucapan terima
kasih sebesar-besarnya kami sampaikan kepada semua pihak terutama teman-teman
yang telah membantu baik moril maupun spirituil sehingga penyusunan makalah ini
dapat berjalan dengan lancar dan baik.
Juga ucapan
terima kasih kami sampaikan kepada yang terhormat selaku dosen bidang
studi multimedia yang
telah memberikan pengarahan dan bimbingan dalamProses belajar mengajar, agar kami
tetap semangat dalam menyusun makalah ini.
Dengan segala
kerendahan hati, kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat dalam upaya
meningkatkan prestasi.
Akhir kata,
semoga makalah ini dapat menjadi amal ibadah kami dalam mengemban amanah Allah
SWT. Amin ....
Wassalamu’alaikum Wr.Wb.
Penyusun,
Palopo, 1 April
2018
DAFTAR ISI
SAMPUL................................................................................................................. i
KATA PENGANTAR............................................................................................ ii
DAFTAR ISI........................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN...................................................................................... 1
A.
Latar Belakang............................................................................................. 1
B.
Rumusan Masalah........................................................................................ 2
C.
Tujuan.......................................................................................................... 2
BAB II
PEMBAHASAN....................................................................................... 3
A.
Pengertian Model Pembelajaran Game........................................................ 3
B.
Langkah-langkah Model Pembelajaran TGT............................................... 4
C.
Penggunaan Model Pembelajaran dalam
Proses Pembelajaran Game......... 6
D.
Kelemahan dan Kelebihan TGT.................................................................. 6
BAB III PENUTUP................................................................................................ 9
A.
Kesimpulan.................................................................................................. 9
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................. 10
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pada zaman sekarang ini pendidikan
sudah mengalami perubahan yang sangat pesat. Berbagai cara pembelajaran atau
model pembelajaran juga telah banyak digunakan dalam proses pembelajaran.
Supaya terwujud pembelajaran yang dapat menuntun peserta didik mencapai tujuan
yang telah ditetapkan, maka tugas guru adalah mengusahakan suasana kelas selama
pembelajaran berlangsung berada pada kondisi yang menyenangkan dan menarik
perhatian siswa. Hal ini dikarenakan belajar akan efektif apabila dilakukan
dalam keadaan yang menyenangkan.
Matematika adalah mata pelajaran
yang memiliki peranan penting dalam berbagai disiplin ilmu pengetahuan dan
memajukan daya pikir manusia.Mata pelajaran matematika diberikan kepada peserta
didik dari SD sampai dengan SMA supaya membekali peserta didik untuk berpikir
logis, sistematis, kritis, kreatif serta kemampuan untuk bekerjasama.Banyak
masalah yang dihadapi dalam pembelajaran matematika, oleh karena itu guru
seharusnya memberikan motivasi dalam pembelajaran matematika.Pembelajaran
hendaknya juga menyesuaikan karakter peserta didik.Matematika membutuhkan model
pembelajaran dengan pendekatan yang nyata.
Model pembelajaran efektif dalam
proses pembelajaran matematika antara lain adalah yang dapat menumbuhkan
kreatifitas peserta didik. Peserta didik SD dan SMP senang dalam bentuk
permainan dan pertandingan, sehingga guru dapat menggunakan model pembelajaran
yang mempunyai unsur permainan dan pertandingan.Model pembelajaran Teams
Games-Tournament (TGT) salah satu alternatif yang dapat digunakan guru SD dan
SMP, karena model pembelajaran ini sesuai dengan karakter peserta didik SD dan
SMP yang senang dengan permainan dan pertandingan.Model pembelajaran TGT juga
memiliki dinamika motivasi yang tinggal sehingga diharapkan dapat
meningkatkan motivasi belajar siswa.
B. Rumusan Masalah
1.
Pengertian model pembelajaran games
2.
Langkah – langkah dalam pembelajaran games
3.
Kelebihan dan kekurangan dalam pembelajaran
C. Tujuan
1.
Agar dapat mengetahui arti dari model pembelajaran games
2.
Agar dapat mengetahui langkah – langkah dalan pembelajaran
games
3.
Agar dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan
dari model pembelajaran games.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Model Pembelajaran Games
Model pembelajaran games adalah
salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang menempatkan
siswa dalam kelompok-kelompok belajar yang beranggotakan 5 sampai 6 orang siswa
yang memiliki kemampuan, jenis kelamin, suku kata atau ras yang berbeda.
Pembelajaran kooperatif adalah salah satu pembelajaran dengan cara
peserta didik belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil
serta kolaboratif yang anggotanya terdiri dari empat sampai enam orang dengan
struktur kelompok yang bersifat heterogen dalam pembelajaran kooperatif
akan tercipta sebuah interaksi guru dengan peserta
didik, peserta didik dengan peserta didik , dan peserta
didik dengan guru
Metode pembelajaran games
dikembangkan pertama kali oleh David De Vries dan Keith Edward. Metode ini
merupakan suatu pendekatan kerja sama antarkelompok dengan mengembangkan kerja
sama antarpersonal. Dalam pembelajaran Teams Games Tournaments (TGT) peserta
didik memainkan permainan dengan anggota-anggota tim lain untuk memperoleh skor
bagi tim mereka masing-masing. Permainan dapat disusun guru dalam bentuk kuis
berupa pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan materi
pelajaran.Kadang-kadang dapat juga diselingi dengan pertanyaan yang berkaitan
dengan kelompok.
B. Langkah-langkah Model PembelajaranTeams
Games Tournaments (TGT)
Secara umum ada 5 komponen utama dalam penerapan ,Model
pembelajaran Games, yaitu:
1.
Penyajian Kelas (Class Presentations)
Pada awal pembelajaran guru menyampaikan materi dalam
penyajian kelas atau sering juga disebut dengan presentasi kelas (class
presentations). Gurumenyampaikantujuanpembelajaran,
pokokmateridanpenjelasansingkattentang LKS yang
dibagikankepadakelompok.Kegiatan ini biasanya dilakukan dengan pengajaran
langsung atau dengan ceramah yang dipimpin oleh guru.
Pada saat penyajian kelas ini peserta didik harus
benar-benar memperhatikan dan memahami materi yang disampaikan guru, karena
akan membantu peserta didik bekerja lebih baik pada saat kerja kelompok dan
pada saat game atau permainan karena skor game atau permainan akan menentukan
skor kelompok.
2.
Belajar dalam Kelompok (Teams)
Guru membagi kelas menjadi kelompok-kelompok berdasarkan
kriteria kemampuan (prestasi) peserta didik dari ulangan harian sebelumnya,
jenis kelamin, etnikdanras. Kelompok biasanya terdiri dari 5 sampai 6 orang
peserta didik. Fungsi kelompok adalah untuk lebih ndalami materi bersama teman
kelompoknya dan lebih khusus untuk mempersiapkan anggota kelompok agar bekerja
dengan baik dan optimal pada saat game atau permainan. Setelah guru memberikan
penyajian kelas, kelompok (tim atau kelompok belajar) bertugas untuk
mempelajari lembar kerja. Dalam belajar kelompok ini kegiatan peserta didik
adalah mendiskusikan masalah-masalah, membandingkan jawaban, memeriksa, dan
memperbaiki kesalahan-kesalahan konsep temannya jika teman satu kelompok melakukan
kesalahan.
3.
Permainan (Games)
Game atau permainan terdiri dari pertanyaan-pertanyaan yang
relevan dengan materi, dan dirancang untuk menguji pengetahuan yang didapat
peserta didik dari penyajian kelas dan belajar kelompok. Kebanyakan game atau
permainan terdiri dari pertanyaan-pertanyaan sederhana bernomor. Game atau
permainan ini dimainkan pada meja turnamen atau lomba oleh 3 orang peserta
didik yang mewakili tim atau kelompoknya masing-masing. Peserta didik memilih
kartu bernomor dan mencoba menjawab pertanyaan yang sesuai dengan nomor itu.
Peserta didik yang menjawab benar pertanyaan itu akan mendapat skor. Skor ini
yang nantinya dikumpulkan peserta didik untuk turnamen atau lomba mingguan.
4.
Pertandingan atau Lomba (Tournament)
Turnamen atau lomba adalah struktur belajar, dimana game
atau permainan terjadi. Biasanya turnamen atau lomba dilakukan pada akhir
minggu atau pada setiap unit setelah guru melakukan presentasi kelas dan
kelompok sudah mengerjakan lembar kerja peserta didik (LKPD).Turnamen atau
lomba pertama guru membagi peserta didik ke dalam beberapa meja turnamen atau
lomba.Tiga peserta didik tertinggi prestasinya dikelompokkan pada meja I, tiga
peserta didik selanjutnya pada meja II dan seterusnya.
5.
Penghargaan Kelompok (Team Recognition)
Setelah turnamen atau lomba berakhir, guru kemudian
mengumumkan kelompok yang menang, masing-masing tim atau kelompok akan mendapat
sertifikat atau hadiah apabila rata-rata skor memenuhi kriteria yang telah
ditentukan. Tim atau kelompok mendapat julukan “Super Team” jika
rata-rata skor 50 atau lebih, “Great Team” apabila rata-rata mencapai
50-40 dan “Good Team” apabila rata-ratanya 40 kebawah. Hal ini dapat
menyenangkan para peserta didik atas prestasi yang telah mereka buat.
C. Penggunaan Model Pembelajaran dalam
Proses Pembelajaran Games
Model pembelajaran Teams Games
Tournament (TGT) dapat diterapkan dalam berbagai macam mata pelajaran.Terutama
bagi peserta didik tingkat SD dan SMP yang masih suka bermain. Model
pembelajaran ini pernah dipraktekkan pada kelas IV SD. Kegiatan pembelajaran
dilakukan sesuai pembelajaran TGT (Temas Games Tournaments) dengan bernuansa
CTL yang diantanranya menggunakan metode ceramah, diskusi, dan model
pembelajaran kooperatif serta pemecahan masalah dengan memperhatikan fase-fase
yang ada di dalamnya dan karakteris materi yang akan disampaikan. Pembelajaran
dilakukan di laboratorium bahasa yang ada di sekolah, untuk melaksanakan.
Pembelajaran dengan berbantuan CD
pembelajaran. Hasil yang diperoleh dari proses pembelajaran TGT pada peserta
didik kelas IV SD berbantuan media animasi grafis berpengaruh positif dan
signifikan terhadap hasil belajar siswa pada kelas sebesar 80% serta
berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar siswa pada kelas
dengan bantuan alat peraga.
Model pembelajaran TGT juga pernah
dilakukan dalam pembelajaran toksikologi, khususnya kelas yang tingkatnya sudah
lebih tinggi.Hasil belajar mahasiswa dengan menggunakan salah satu metode
pembelajaran ini memberikan hasil yang lebih baik jika dibandingkan
pembelajaran sebelumnya yang hanya menggunakan metode ceramah dan
resitasi.Mahasiswa lebih antusias dan bersemangat untuk mengeluarkan
pendapatnya, yang berarti mahasiswa lebih banyak belajar untuk dapat
beragumentasi. Mahasiswa yang kurang mampu akan dapat memperoleh bagian dari
kelompoknya dan akan berusaha belajar dengan baik, karena semua anggota
kelompok harus aktif.
D.
KELEMAHAN DAN KELEBIHAN TGT
Metode
pembelajaran kooperatif Team Games Tournament (TGT) ini mempunyai kelebihan dan
kekurangan. Menurut Suarjana (2000:10) dalam Istiqomah (2006), yang merupakan
kelebihan dari pembelajaran TGT antara lain :
1. Lebih
meningkatkan pencurahan waktu untuk tugas
2. Mengedepankan
penerimaan terhadap perbedaan individu
3. Dengan waktu
yang sedikit dapat menguasai materi secara mendalam
4. Proses
belajar mengajar berlangsung dengan keaktifan dari siswa
5. Mendidik
siswa untuk berlatih bersosialisasi dengan orang lain
6. Motivasi
belajar lebih tinggi
7. Hasil belajar
lebih baik
8. Meningkatkan
kebaikan budi, kepekaan dan toleransi
Sedangkan
kelemahan adalah:
1.
Bagi guru
a.
Sulitnya pengelompokan siswa yang
mempunyai kemampuan heterogen dari segi akademis. Kelemahan ini akan dapat
diatasi jika guru yang bertindak sebagai pemegang kendali teliti dalam
menentukan pembagian kelompok
b.
Waktu yang dihabiskan untuk diskusi
oleh siswa cukup banyak sehingga melewati waktu yang sudah ditetapkan.
Kesulitan ini dapat diatasi jika guru mampu menguasai kelas secara menyeluruh
2.
Bagi siswa
Masih adanya siswa berkemampuan
tinggi kurang terbiasa dan sulit memberikan penjelasan kepada siswa lainnya.
Untuk mengatasi kelemahan ini, tugas guru adalah membimbing dengan baik siswa
yang mempunyai kemampuan akademik tinggi agar dapat dan mampu menularkan pengetahuannya
kepada siswa yang lain.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Model pembelajaran games adalah
salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang menempatkan
siswa dalam kelompok-kelompok belajar yang beranggotakan 5 sampai 6 orang siswa
yang memiliki kemampuan, jenis kelamin, suku kata atau ras yang berbeda.
Pembelajaran kooperatif adalah salah satu pembelajaran dengan cara
peserta didik belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil
serta kolaboratif yang anggotanya terdiri dari empat sampai enam orang dengan
struktur kelompok yang bersifat heterogen dalam pembelajaran kooperatif
akan tercipta sebuah interaksi guru dengan peserta
didik, peserta didik dengan peserta didik , dan peserta
didik dengan guru.
DAFTAR PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar