MAKALAH MULTIMEDIA PEMBELAJARAN PPKn
“
Model Pembelajaran Simulasi “
OLEH
KELOMPOK III
PUSPITA
HARTONO
RIKA
SUMIANTI
AMELIANA
MURNI
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN PANCASILA DAN
KEWARGANEGARAAN
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
COKROAMINOTO PALOPO
2018
KATA PENGANTAR
Assalammualaikum
Warrahmatullahi Wabarakatu…….
Dengan
Mengucapkan Puji Syukur Kehadiran Allah SWT,Akhirnya kami Bisa Menyelesaiakan
Tugas Makalah Ini Dengan Baik Yang Pembahasanya Menyangkut Masalah “model
pembelajaran simulasi”. kami Mengucapkan Terima Kasih Kepada Dosen
Pembimbing Yang Telah Memberikan Gambaran Umum Dalam Penulisan Makalah
Ini.Terimah Kasih Juga kami Sampaikan Kepada Pihak-Pihak Yang Sudah Banyak
Membantu Kami Dalam Menyelesaiakan Makalah Ini Baik Secara Langsung Maupun
Tidak Langsung.Dalam Kesempatan Ini Pula Kami Mengharapkan Kritikan Dan Saran
Dari Para Pembaca Demi Kesempurnaan Makalah Ini,Akhir Kata Saya Mengharapkan
Makalah Ini Dapat Bermanfaat Bagi kami Pemakalah Maupun Bagi Pembaca.
BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Metode
mengajar merupakan cara yang digunakan guru dalam memebelajarkan siswa agar
terjadi interaksi dan proses belajar yang efektif dalam pembelajaran. Setiap
metode mengajar memiliki karakteristik yang berbeda-beda dalam membentuk
pengalaman balajar siswa, tetapi satu dengan yang lainnya saling
menunjang.Dalam kegiatan belajar ini akan dikemukakan tantang konsep,
karakteristik, prosedur, keterbatasan, dan keunggulan metode mengajar simulasi
yang mungkin banyak digunakan oleh guru.Penggunaan metode mengajar yang
didasarkan pada pembentukan kemampuan siswa, seperti memiliki kreativitas.
Setiap metode mengajar memiliki keunggulan dan kekurangan sehingga hal tersebut
dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam memilih metode tersebut.
Kelemahan-kelemahan metode harus diantisipasi dan dikaji oleh guru agar
penggunaannya dapat efektif.Model pembelajaran
adalah suatu rencana atau pola yang dapat digunakan untuk membentuk kurikulum
(rencana pembelajaran jangka panjang), merancang bahan-bahan
pembelajaran, dan membimbing pembelajaran dikelas atau yang lain (Joyce
dan Weil, 1980:1). Model pembelajaran Simulasi dapat digunakan sebagai
metode mengajar dengan asumsi tidak semua proses pembelajaran dapat dilakukan
secara langsung pada objek yang sebenarnya. Salah satu contoh simulas adalah
Gladi resik, yakni memperagakan proses terjadinya suatu upacara tertentu
sebagai latihan untuk upacara sebenarnya supaya tidak gagal dalam waktunya
nanti.
B.Rumusan
Masalah
1. pengertian
model pembelajaran simulasi dan jenis-jenis model simulasi.
2. Karakteristik
model simulasi,prosedur dan persyaratan mengoptimalkan pembelajaran simulasi.
3. Kelebihan
dan kelemahan model pembelajaran simulasi
C.Tujuan Masalah
1. Dapat
menjelaskan pengertian model pembelajaran simulasi,menyebutkan jenis-jenis
model simulasi,karakteristik model simulasi,prosedur,persyaratan mengoptimalkan
pembelajaran serta kelebihan dan kekurangan model pembelajaran simulasi.
BAB
II
PEMBAHASAN
A.Pengertian Model Pembelajaran
Simulasi
Simulasi berasal dari kata simulate yang
artinya berpura-pura atau berbuat seakan-akan. Sebagai metode mengajar,
simulasi dapat diartikan cara penyajian pengalaman belajar dengan menggunakan
situasi tiruan untuk memahami tentang konsep, prinsip, atau keterampilan
tertentu.
Model
pembelajaran simulasi merupakan model pembelajaran yang membuat suatu peniruan
terhadap sesuatu yang nyata, terhadap keadaan sekelilingnya (state of
affaris) atau proses. Model pembelajaran ini dirancang untuk membantu
siswa mengalami bermacam-macam proses dan kenyataan sosial dan untuk menguji
reaksi mereka, serta untuk memperoleh konsep keterampilan pembuatan keputusan.Model
pembelajaran ini diterapkan didalam dunia pendidikan dengan tujuan mengaktifkan
kemampuan yang dianalogikan dengan proses sibernetika. Pendekatan simulasi
dirancang agar mendekati kenyataan dimana gerakan yang dianggap kompleks
sengaja dikontrol, misalnya, dalam proses simulasi ini dilakukan dengan
menggunakan simulator.Metode
simulasi merupakan salah satu metode mengajar yang dapat digunakan dalam
pembelajaran kelompok. Proses pembelajaran yang menggunakan simulasi cenderung
objeknya bukan benda atau kegiatan yang sebenarnya, melainkan kegiatan mengajar
yang bersifat pura-pura. Kegiatan simulasi dapat dilakukan oleh siswa pada
kelas tinggi di Sekolah Dasar. Dalam pembelajaran, siswa akan dibina
kemampuannya berkaitan dengan keterampilan berinteraksi dan berkomunikasi dalam
kelompok. Disamping itu, dalam metode simulasi siswa diajak untuk bermain peran
beberapa perilaku yang dianggap sesuai dengan tujuan pembelajaran.
B.Jenis-Jenis Model
Pembelajaran Simulasi
1. Bermain peran (role playing)
a. Dalam proses pembelajarannya metode ini mengutamakan pola
permainan dalam bentuk dramatisasi. Dramatisasi dilakukan oleh kelompok siswa
dengan mekanisme pelaksanaan yang diarahkan oleh guru untuk melaksanakan
kegiatan yang telah ditentukan / direncanakan sebelumnya. Simulasi ini lebih
menitik beratkan pada tujuan untuk mengingat atau menciptakan kembali gambaran
masa silam yang memungkinkan terjadi pada masa yang akan datang atau peristiwa
yang aktual dan bermakna bagi kehidupan sekarang.
2. Sosiodrama
3. Dalam pembelajarannya yang dilakukan oleh kelompok untuk
melakukan aktivitas belajar memecahkan masalah yang berhubungan dengan masalah
individu sebagai makhluk sosial. Misalnya, hubungan anak dan orangtua, antara
siswa dengan teman kelompoknya.
4. Permainan simulasi (Simulasi games)
5. Dalam pembelajarannya siswa bermain peran sesuai dengan
peran yang ditugaskan sebagai balajar membuat suatu keputusan.
C.Karakteristik
Model Pembelajaran Simulasi
Metode mengajar
simulasi banyak digunakan pada pembelajaran IPS, PKn, Pendidikan Agama, dan
Pendidikan Apresiasi.Pembinaan kemampuan bekerjasama, komunikasi dan interaksi
merupakan bagian dari keterampilan yang akan dihasilkan melalui
pembelajarn simulasi. Metode mengajar simulasi lebih banyak menuntut aktivitas
siswa sehingga metode simulasi sebagai metode yang berlandaskan pada pendekatan
CBSA dan keterampilan proses.Disamping itu, metode ini dapat digunakan dalam
pembelajaran berbasis konstektual, salah satu contoh bahan pembelajaran dapat
diangkat dari kehidupan sosial, nilai-nilai sosial maupun
permasalahan-permasalahan sosial yang aktual maupun masa lalu untuk masa yang
akan datang. Permasalahan- permasalahan yang berkaitan dengan nilai-nilai
kehidupan sosial maupun membentuk sikap atau perilaku dapat dilakukan melalui
pembelajaran ini.Langsung maupun tidak langsung melalui simulasi kemampuan
siswa yang berkaitan dengan bermain peran dapat dikembangkan. Siswa akan
menguasai konsep dan keterampilan intelektual, sosial, dan motorik dalam
bidang-bidang yang dipelajarinya serta mampu belajar melalui situasi tiruan
dengan sistem umpan balik dan penyempurnaan yang berkelanjutan.
· melatih
keterampilan tertentu baik bersifat profesional maupun bagi kehidupan
sehari-hari,
· memperoleh
pemahaman tentang suatu konsep atau prinsip,
· melatih
memecahkan masalah,
· meningkatkan
keaktifan belajar,
· memberikan
motivasi belajar kepada siswa,
· melatih
siswa untuk mengadakan kerjasama dalam situasi kelompok,
· menumbuhkan
daya kreatif siswa, dan melatih siswa untuk mengembangkan sikap toleransi.
- untuk menggali perasaan siswa,
- memperoleh inspirasi dan pemahaman yang berpengaruh terhadap sikap, nilai dan persepsi,
- mengembangkan keterampilan dan sikap dalam memecahkan masalah, dan
- mendalami mata pelajaran dengan berbagai cara.
D.Prosedur Atau Langkah-Langkah
Model Pembelajarann Simulasi
Prosedur metode
simulasi yang harus ditempuh dalam pembalajaran adalah sebagai berikut:
1. Menetapkan
topik simulasi yang diarahkan oleg guru
2. Menetapkan
kelompok dan topik-topik yang akan dibahas
3. Simulasi
diawali dengan petunjuk dari guru tentang prosedur, teknik, dan peran
yang dimainkan
4. Prose
pengamatan terhadap proses, peran, teknik, dan prosedur dapat dilakukan dengan
diskusi.
5. Kesimpulan
dan saran dari kegiatan simulasi
Menurut Suwarna,
M.Pd Langkah-langkah yang perlu ditempuh dalam melaksanakan simulasi
alah:
a. Menentukan
topik serta tujuan yang ingin dicapai
b. Memberikan
gambaran tentang situasi yang akan disimulasikan
c. Membentuk
kelompok dan menentukan peran masing-masing
d. Menetapkan
lokasi dan waktu pelaksanaan simulasi
e. Melaksanakan
simulasi
f. Melakukan
penilaian
Menurut Joyce dan Weil (1980) dalam Udin
(2001:66), model simulasi ini memiliki 4 tahap sebagai berikut:
Tahap I. Orientasi
- Menyediakan berbagai topik simulasi dan konsep-konsep yang akan diintegrasikan dalam proses simulasi.
- Menjelaskan prinsip Simulasi dan permainan.
- Memberikan gambaran teknis secara umum tentang proses simulasi.
Tahap II. Latihan
bagi peserta
- Membuat skenario yang berisi aturan, peranan, langkah, pencatatan, bentuk keputusan yang harus dibuat, dan tujuan yang akan dicapai.
- Menugaskan para pemeran dalam simulasi
- Mencoba secara singkat suatu episode
Tahap III. Proses simulasi
- Melaksanakan aktivitas permainan dan pengaturan kegiatan tersebut.
- Memperoleh umpan balik dan evaluasi dari hasil pengamatan terhadap performan si pemeran.
- Menjernihkan hal-hal yang miskonsepsional
- Melanjutkan permainan/simulasi
Tahap IV. Pemantapan
dan debriefing
- Memberikan ringkasan mengenai kejadian dan persepsi yang timbul selama simulasi.
- Memberikan ringkasan mengenai kesulitan-kesulitan dan wawasan para peserta.
- Menganalisis proses
- Membandingkan aktivitas simulasi dengan dunia nyata.
- Menghubungkan proses simulasi dengan isi pelajaran.
- Menilai dan merancang kembali simulasi.
E.Persyaratan Mengoptimalkan
Pembelajaran Simulasi.
Untuk
menunjang efektivitas penggunaan metode simulasi perlu dipersiapkan kemampuan
guru meupun kondisi siswa yang optimal. Dibawah ini dijelaskan tentang
kemampuan guru dan kondisi siswa guna mendukung efektivitas metode simulasi
dalam pembelajaran.
Kemampuan guru yang harus diperhatikan untuk menunjang
metode simulasi di antaranya:
a. Mampu membimbing siswa dalam mengarahkan teknik,
prosedur, dam peran yang akan dilakukan dalam simulasi.
b. Mampu memberikan ilustrasi
c. Mampu menguasai pesan yang dimaksud dalam simulasi
tersebut.
d. Mampu mengamati secara proses simulasi yang dilakukan
oleh siswa
Adapun
kondisi dan kemampuan siswa yang harus diperhatikan dalam penerapan metode
simulasi adalah:
a. Kondisi, minat, perhatian dan motivasi siswa dalam
bersimulasi
b. Pemahaman terhadap pesan yang akan menstimulasikan
c. Kemampuan dasar berkomunikasi dan berperan
F.Kelebihan Model Pembelajaran
Simulasi
·
Siswa
dapat melaksanakan interaksi sosial dan komunikasi dalam kelompoknya.
·
Aktivitas
siswa cukup tinggi dalam pembelajaran sehingga terlibat langsung dalam
pembelajaran.
·
Dapat
mebiasakan siswa untuk memahami permasalahan sosial , hal ini dapat dikatakan
sebagai implementasi pembelajaran yang berbasis konstekstual
·
Melalui
kegiatan kelompok dalam simulasi dapat membina hubungan personal yang positif
·
Dapat
membangkitkan imajinasi
·
Membina
hubungan komunikatif dan kerjasama dalam kelompok.
· Simulasi
dapat dijadikan sebagai bekal bagi siswa dalam menghadapi situasi yang
sebenarnya kelak, baik dalam kehidupan keluarga, masyarakat, maupun menghadapi
dunia kerja.
·
Simulasi dapat
mengembangkan kreativitas siswa, karena melalui simulasi siswa diberi kesempatan untuk memainkan peranan sesuai
dengan topik yang disimulasikan.
Simulasi
dapat memupuk keberanian dan percaya diri siswa. Memperkaya pengetahuan,
sikap, dan keterampilan yang diperlukan dalam menghadapi berbagai situasi
sosial yang problematis.
·
Simulasi dapat
meningkatkan gairah siswa dalam proses permbelajaran.
.Kelemahan
Model Pembelajaran Simulasi
1. Namun demikian, dalam metode simulasi masih tetap ada
kelemahan atau kendala-kendala yang kemungkinan perlu diantisipasi
diantaranya adalah:
2. Relatif
memerlukan waktu yang cukup banyak
3. Sangat
bergantung pada aktivitas siswa
4. Cenderung memerlukan pemanfaatan sumber belajar.
5. Banyak siswa yang kurang menyenangi simulasi sehingga
simulasi tidak efektif.
6. Pengalaman
yang diperoleh melalui simulasi tidak selalu tepat dan sesuai dengan kenyataan
di lapangan.
7. Pengelolaan
yang kurang baik, sering simulasi dijadikan sebagai alat hiburan,
sehingga tujuan pembelajaran menjadi terabaikan. Faktor psikologis seperti
rasa malu dan takut sering memengaruhi siswa dalam melakukan simulasi.
BAB
III
PENUTUP
.Kesimpulan
Penggunaan
metode simulasi esensinya menyejikan bahan pelajaran melalui objek atau
kegiatan pembelajaran yang bukan sebenarnya. Pengalaman belajar yang diperoleh
dari metode ini meliputi kemampuan kerja sama, komunikatif, dan
menginterpretasikan suatu kejadian.
B. SARAN
Agar
kegiatan belajar mengajar berjalan efektif , maka guru harus mampu memilih
metode mengajar yang paling sesuai. Proses pembelajaran akan efektif jika
berlangsung dalam situasi dan kondisi yang kondusif, hangat, menarik,
menyenangkan, dan wajar. Oleh karena itu guru perlu memahami berbagai metode
mengajar dengan berbagai karakteristiknya, sehingga mampu memilih metode yang
tepat dan mampu menggunakan metode mengajar yang bervariasi sesuai dengan
tujuan maupun kompetensi yang diharapkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar