MAKALAH
PORTOPOLIO
PENILAIAN
DISUSUN
OLEH:
KELOMPOK
8
MEGA RASIDIN (1601401017 )
JUMIATI
(16014010 )
ELFIANI PASARRIN
(16014010 )
RUSDIN
ROMA (16014010 )
PRODI
PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS COKROAMINOTO PALOPO
TAHUN AJARAN 2018
KATA PENGANTAR
Puji syukur Alhamdulillah kehadirat
Allah SWT karena atas rahmat dan karunianya penulis kami dapat menyelesaikan makalah yang
berjudul penilain pottopolio dengan baik.Shalawat dan salam kepada bagindah
Nabiullah Muhammad SAW selaku tokoh reformasi yang mengajarkan kepada kebenaran
khususnya bagi umat muslim yang telahh menunjukkan kepada jalan kebenaran dan
kebaikan.Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas yang telah diberikan oleh
dosen pengampu.
Kami menyadari bahwa makalah ini
masih jauh dari kesempurnaan,oleh karena itu segala saran dan masukan sangant diperlukan guna lebnih baik
untuk penulisan makalah selanjutnya.harapan kami semogah makalah ini bermanfaat
baik bagi kami maupun pihak-pihak lain.
DAFTAR ISI
Kata pengantar...................................................................................................................................
Daftar isi..............................................................................................................................................
Bab I.Pendahuluan.
Latar belakang........................................................................................................................................
Rumusan masalah.................................................................................................................................
Tujuan pembelajaran...............................................................................................................................
Bab II.Pembahasan.
Tujuan portopolio..................................................................................................................................
Prinsip portopolio...................................................................................................................................
Fungsi portopolio...................................................................................................................................
Perbedaan tes dan penilaian
portopolio..................................................................................................
Bentuk portopolio..................................................................................................................................
Prinsip khusus untuk
mengimplementasipenilaian portopolio................................................................
Pedoman penerapan penilaian
portopoli.................................................................................................
Pemilihan isi portopolio..........................................................................................................................
Menilai portopolio..................................................................................................................................
Perencanaan portopolio oleh guru.........................................................................................................
Hambatan penilaian portopolio..............................................................................................................
Contoh
portopolio assement.................................................................................................................
Contoh
pedoman penskoran untuk portopolio.......................................................................................
Pembobotan nilai portopolio..................................................................................................................
Keuntungan menggunakan nilai portopolio...........................................................................................
Keunggulan penilaian portopolio dibandingkan dengan
model penilain lainnya...................................
Isu-isu teknis tentang portopolio...........................................................................................................
Bab III.Penutup
Daftar pustaka........................................................................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Penilaian portofolio merupakan pendekatan baru yang akhir-akhir
ini sering diperkenalkan para ahli pendidikan untuk dilaksanakan di sekolah. Di
beberapa negara maju, portofolio telah digunakan dalam dunia pendidikan secara
luas, baik untuk penilaian di kelas, daerah, maupun untuk penilaian secara
nasional.
Portofolio dapat diartikan sebagai kumpulan hasil evidence atau hasil belajar atau karya peserta didik yang
menunjukkan usaha, perkembangan, prestasi belajar peserta didik dari waktu ke waktu dan dari satu mata pelajaran ke pelajaran yang lain. (Sumarna Supranata Muhammad Hatta, 2004: 27-28).
Portofolio berfungsi untuk mengetahui
perkembangan pengetahuan peserta didik dan kemampuan dalam mata
pelajaran tertentu, serta pertumbuhan kemampuan peserta didik.
Dalam prakteknya, portofolio
berusaha dilandasi 4 pilar pendidikan, yaitu learning to do, learning
to know, learning to be, learning to live together.
1. Learning to do, peserta didik diberdayakan
agar mau dan mampu berbuat untuk memperkaya pengalaman belajarnya dengan meningkatkan interaksi dengan
lingkungan fisik, sosial maupun budaya.
2. Learning to know, peserta didik diajak untuk mampu membangun pemahaman dan
pengetahuannya terhadap dunia sekitarnya.
3. Learning to be, peserta didik difasilitasi untuk mampu membangun pengetahuan dan
kepercayaan dirinya.
4. earning to live together, peserta didik diberi kesempatan berinteraksi dengan kelompok yang bervariasi untuk
membentuk kepribadiannya, memahami kemajemukkan dan melahirkan sikap-sikap
positif dan toleran terhadap keanekaragaman dan perbedaan hidup.
B. Rumusan Masalah
1. Apakah yang di maksud
dengan penilaian portofolio ?
2. Apakah tujuan penilaian
portofolio ?
3. Apakah prinsip penilaian
portofolio ?
4. Apakah fungsi penilaian
portofolio ?
5. Apakah perbedaan tes dan
penilaian portofolio ?
6. Bagaimanakah bentuk
penilaian portofolio ?
7. Bagaimana prinsip-
prinsip khusus untuk mengimplementasikan portofolio ?
8. Apakah pedoman penerapan
penilaian portofolio ?
9. Bagaimana pemilihan isi
penilaian portofolio ?
10. Bagaimana cara menilai
portofolio ?
11. Bagaimana perencanaan
portofolio oleh guru ?
12. Apa sajakah hambatan yang
di hadapi dalam penilaian portofolio ?
13. Bagaimana contoh penilaian
portofolio ?
14. Bagaimana contoh pedoman
penskoran untuk portofolio ?
15. Bagaimana pembobotan
penilaian portofolio ?
16. Apakah keuntungan
menggunakan portofolio ?
17. Apakah keuntungan
portofolio di bandingkan model penilaian lainnya ?
18. Apakah isu- isu teknis
tentang penilaian portofolio ?
C. Tujuan Pembelajaran
1. Mahasiswa mengetahui
pengertian penilaian portofolio.
2. Mahasiswa mengetahui
tujuan penilaian portofolio.
3. Mahasiswa memahami
prinsip penilaian portofolio.
4. Mahasiswa mengetahui
fungsi penilaian portofolio.
5. Mahasiswa dapat
membedakan tes dan penilaian portofolio.
6. Mahasiswa mengetahui
bentuk penilaian portofolio.
7. Mahasiswa memahami
prinsip- prinsip khusus untuk mengimplementasikan portofolio.
8. Mahasiswa cara pemilihan
isi penilaian portofolio.
9. Mahasiswa mengetahui cara
menilai portofolio.
BAB II
PEMBAHASAN
Penilaian portofolio lahir dari
pemikiran konstruktivisme yang menganggap inti kegiatan pendidikan adalah
memulai pelajaran dari “apa yang diketahui peserta didik” dan guru berperan sebagai
“fasilisator dan penyedia kondisi”. Teori konstruktivistik memandang bahwa pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit, yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas (sempit) dan tidak sekonyong-konyong. Bagi konstruktivist, dalam belajar,
yang dipentingkan adalah bagaimana strategi memperoleh pengetahuan, bukan seberapa
banyak pembelajar memperoleh pengetahuan. Konstruktivistik memandang bahwa penilain merupakan bagian utuh dari belajar, untuk itu pembelajaran dilaksanakan dengan cara memberikan tugas-tugas yang menuntut
aktivitas belajar yang bermakna serta menerapkan apa
yang dipelajari dalam konteks nyata. Selain itu juga merupakan upaya menjadikan sekolah sebagai pusat kehidupan demokrasi melalui upaya menghargai terhadap beragam kemampuan, menjunjung keadilan,
menerapkan persamaan kesempatan dan memperhatikan keragaman peserta didik.
Penilaian portofolio didasarkan pada koleksi atau kumpulan pekerjaan yang
diberikan guru kepada siswa sesuai dengan tujuan pembelajaran. Melalui
penilaian portofolio siswa dapat menunjukkan perbedaan kemampuan dalam menyelesaikan
tugas yang diberikan oleh guru dari waktu ke waktu dan atau dibandingkan dengan
hasil karya siswa lain
Penilaian portofolio dapat
terfokus pada proses belajar mengajar serta dapat memberikan informasi tentang
kelebihan dan kekurangan siswa. Dalam penilaian portofolio siswa memiliki
kesempatan yang lebih banyak untuk menilai diri sendiri dari waktu ke waktu.
Pada waktu kita menerapkan
penilaian portofolio hendaknya diperhatikan beberapa hal berikut :
a. Memperhatikan perkembangan
pemahaman siswa pada perode tertentu (misalnya portofolio meliputi pengkopian
catatan, kerangka awal, draft kasar, kritik struktur, dan finalisasi tulisan);
b. Menunjukkan suatu pemahaman dari banyak konsep
dan topic yang diberikan (misalnya portofolio meliputi beberapa tulisan pendek,
uraian singkat);
c. Mendemonstrasikan perbedaan
bakat (misalnya portofolio meliputi hasil ilustrasi kemampuan menulis,
kombinasi cetak, dan bukan cetak);
d. Mendemonstrasikan kemampuan untuk menunjukkan
pekerjaan yang original (misalnya portofolio meliputi hasil produksi artistic /
estetik seperti sajak, music, gambar, rencana pelajaran, videotape);
e. Mendemonstrasikan kegiatan
selama periode waktu tertentu dan merangkum arti dari kegiatan tersebut
(misalnya portofolio meliputi hasil kegiatan selama internsip atau proyek riset
dengan menyesuaikan kategori yang ada, catatan harian, jurnal)
f. Mendemonstrasikan kemampuan
menampilkan dalam suatu variasi konteks tempat tertentu
g. Mendemonstrasikan kemampuan untuk
mengintegrasikan teori dan praktek
h. Merefleksikan nilai-nilai individu, pandangan
dunia baru atau orientasi filosofi.
A. Tujuan Portofolio
Tujuan portofolio ditetapkan berdasarkan apa
yang harus dikerjakan dan siapa yang akan menggunakan jenis portofolio. Dalam
penilaian di kelas, portofolio dapat digunakan untuk mencapai beberapa tujuan
antara lain :
1. Menghargai perkembangan yang di
alami siswa
2. Mendokumentasikan proses
pembelajaran yang berlangsung
3. Memberi perhatian pada prestasi
kerja siswa yang terbaik
4. Merefleksikan kesanggupan
mengambil resiko dan melakukan eksperimental
5. Meningkatkan efektifitas proses
pengajaran
6. Bertukar informasi dengan orang
tua wali siswa dan guru lain
7. Membina dan mempercepat
pertumbuhan konsep diri positif pada siswa
8. Meningkatkan kemampuan
melakukan refleksi diri
9. Membantu siswa dalam merumuskan
tujuan
B. Prinsip Portofolio
Ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dan dijadikan sebagai
pedoman dalam penggunaan penilaian portofolio di sekolah antara lain :
a. Saling percaya (mutual trust)
antara guru dan siswa.
Dalam proses penilaian
portofolio Guru dan siswa harus memiliki rasa saling mempercayai. Mereka harus
merasa sebagai pihak-pihak yang saling memerlukan dan memiliki semangat untuk
saling membantu. Oleh karena itu, mereka harus saling terbuka dan jujur satu
sama lain. Dengan demikian, akan terwujud hubungan yang wajar dan alami, yang
memungkinkan proses pendidikan berlangsung dengan baik.
b. Kerahasiaan bersama (confidentiality)
antara guru dan siswa
Kerahasiaan hasil pengumpulan
bahan dan hasil penilaiannya perlu dijaga dengan baik, tidak disampaikan kepada
pihak-pihak lain yang tidak berkepentingan. Pelanggaran terhadap norma ini,
selain menyangkut etika, juga dapat member dampak negative kepada proses
pendidikan anak siswa.
c. Milik bersama (joint
ownership) antara siswa dan guru
Guru dan siswa perlu merasa memiliki bersama
berkas portofolio. Oleh karena itu, guru dan siswa perlu menyepakati bersama di
mana hasil karya yang telah dihasilkan siswa akan disimpan, dan bahan-bahan
baru yang akan dimasukkan. Dengan demikian siswa akan merasa memiliki terhadap
hasil kerja mereka, dan akhirnya akan tumbuh rasa tanggung jawab pada diri
mereka.
d. Kepuasan (satisfaction)
Hasil kerja potofolio seyogyanya berisi
keterangan-keterangan dan atau bukti-bukti yang memuaskan bagi guru dan siswa.
Portofolio hendaknya juga merupakan bukti prestasi cemerlang siswa dan
keberhasilan pembinaan guru.
e. Kesesuaian (relevance)
Hasil kerja yang dikumpulkan adalah hasil
kerja yang berhubungan denga tujuan pembelajaran yang relevan dengan tujuan
pembelajaran dalam kurikulum.
f. Penilaian proses dan hasil
Penilaian portofolio menerapkan prinsip proses
dan hasil. Proses belajar yang dinilai misalnya diperoleh dari catatan perilaku
harian siswa (anecdot) mengenai sikapnya dalam belajar, antusias tidaknya dalam
mengikuti pelajaran dan sebagainya. Aspek lain dari penilaian portofolio adalah
penilaian hail, yaitu menilai hasil akhir suatu tugas yang diberikan oleh guru.
C. Fungsi Portofolio
Portofolio tidak hanya
merupakan tempat penyimpanan hasil pekerjaan siswa, tetapi juga merupakan
sumber informasi untuk guru dan siswa. Portofolio berfungsi untuk mengetahui
perkembangan pengetahuan siswa. Portofolio memberikan bahan tindak lanjut dari
suatu pekerjaan yang telah dilakukan siswa sehingga guru dan siswa
berkesempatan untuk mengembangkan kemampuannya. Portofolio dapat pula berfungsi
sebagai alat untuk melihat:
1. Perkembangan tanggungjawab
siswa dalam belajar
2. Perluasan dimensi belajar
3. Pembaharuan kembali proses
belajar-menagajar
4. Penekanan pada pengembangan
padangan siswa dalam belajar.
D. Perbedaan Tes dan Penilaian
Portofolio
No
|
Tes
|
Portofolio
|
1.
|
Menilai siswa berdasarkan
sejumlah tugas yang terbatas.
|
Menilai siswa berdasarkan
seluruh tugas dan hasil kerja yang berkaitan denga kinerja yang dinilai.
|
2.
|
Yang menilai hanya guru
berdaarkan masuakan yang terbatas.
|
Siswa turut serta dalam
menilai kemajuan yang dicapai dalam penyelesaian berbagai tugas dan
perkembangan yang berlangsung selama proses pembelajaran.
|
3.
|
Menilai semua siswa dengan
menggunakan satu kriteria.
|
Menilai setiap siswa
berdasarkan pencapaian masing-masing dengan mempertimbangkan juga faktor
perbedaan individual.
|
4.
|
Proses penilaian tidak
kolaboratif (tidak ada kerja sama terutama antara guru, siswa dan orang tua).
|
Mewujudkan proses penilaian
yang kolaboratif.
|
5.
|
Penilaian diri oleh siswa
bukan merupakan sutau suatu tujuan.
|
Siswa menilai dirinya sendiri
menajadi suatu tujuan.
|
6.
|
Yang mendapatkan perhatian
dalam penilaian hanya pencapaian.
|
Yang mendapatkan perhatian
dalam penialain meliputi kemajuan, usaha, dan pencapaian.
|
7.
|
Terpisah antara kegiatan
pembelajaran, testing dan pengajaran.
|
Terkait erat antara kegiatan penilaian,
pengajaran dan pembelajaran.
|
Penilaian portofolio memiliki
kelebihan dalam beberapa hal, terutama lebih objektif dilihat dari hasil kerja
siswa yang dilakukannya, dan secara langsung berhubungan dengan proses kegiatan
belajar mengajar. Perbedaan antara penilaian portofolio dan tes sebagai alat
evaluasi adalah sebagai berikut:
E. Bentuk Portofolio
Menurut Nitko, secara umum
penilaian portofolio dapat dibedakan menjadi 5 bentuk yaitu:
1) Portofolio ideal (ideal
portofolio)
2) Portofolio penampilan (show
portofolio)
3) Porofolio dokumentasi (documentary
portofolio)
4) Portofolio evaluasi (evaluation
portofolio)
5) Portofolio kelas (classroom
portofolio)
Sedangkan menurut Fosters dan
Masters ( 1998 ) membedakan penilaian portofolio dalam 3 kelompok yaitu :
a. Portofolio kerja (working
portofolio)
Portofolio kerja adalah usaha
mandiri yang telah dilakukan siswa atau usaha bersama dari kelompok siswa.
Hal-hal yang harus dilakukan siswa dan dinilai dalam penilaian portofolio
antara lain berupa draft, pekerjaan yang belum selesai, atau pekerjaan terbaik
yang bisa dilakukan siswa.
Berbagai macam tugas yang
setara atau yang berbeda disajika kepada siswa siswa boleh memilih tugas-tugas
yang dianggap cocok untuk mereka. Guru juga dapat memutuskan apa yang harus
dikerjakan siswa. Siswa dapat bekerja sama dengan siswa lain dalam mengerjakan
tugas tertentu. Portofolio kerja menyediakan data tentang:
· Cara siswa mengorganisasi dan
mengelola kerja
· Ditunjukkan melalui prestasi
belajar siswa (chievement)
Hasil kerja siswa dalam
penilaian siswa dan portofolio jenis ini digunakan dalam diskusi
antara siswa dan guru. Ini akan membuat guru mengenal kemajuan siswa dan
memungkinkan guru menolong siswa untuk mengidentifikasi kelemahan, kelebihan
serta kelayakan dalam merancang dan meningkatkan pengajaran.
b. Portofolio dokumentasi (documentary
portofolio)
Portofolio dokumentasi adalah
koleksi hasil kerja siswa yang khusus digunakan untuk penilaian. Tidak seperti
portofolio kerja yang pengkoleksiannya dilakukan dari hari ke hari, dokumentasi
portofolio adalah seleksi hasil kerja terbaik siswa yang akan diajukan dalam
penilaian. Dengan demikian portofolio dokumentasi adalah koleksi dari
sekumpulan hasil kerja siswa selama kurun waktu tertentu.
Portofolio dokumentasi tidak
hanya berisi hasil kerja siswa, tetapi semua proses yang digunakan oleh siswa
untuk menghasilkan karya tertentu. Portofolio dokumentasi dalam penilaian
portofolio bahasa inggris, misalnya mungkin tidak hanya berisi tentang hasil
akhir tulisan siswa, tetapi juga berbagai macam draf dan komentar siswa tentang
hasil tersebut. Draf dan komentar siswa harus dipilih untuk menyajikan draf
yang paling bagus dari yang dihasilkan siswa. Semua ini dilakukan dalam rangka
menunjukkan proses penilaian, dan guru dapat menggunakannya sebagai bahan
penilaian dan pengkajian tentang bagaimana siswa merencanakan, dan menghasilkan
tulisan serta cara mereka menulis. Kegunaan portofolio dokumentasi sebagai
sumber portofolio bergantung pada:
· Bagaimana hasil karya siswa
berhubungan dengan indicator hasil belajar yang telah diterapkan, dan
· Isi penilaian portofolio yang
dihasilkan siswa menunjukan kelemahan dan kelebihan siswa
Isi penilaian portofolio harus
menyajikan suatu bukti yang berkaitan dengan kompetensi dasar dan indicator
pencapaian haisil belajar yang telah ditentukan. Untuk menunjukkan hal ini,
kegiatan belajar mengajar harus sesuai dengan indicator pencapaian hasil
belajar yang telah ditentukan. Jika kemampuan problem solving sebagai salah
satu tujuan yang hendak dicapai dalam pembelajaran matematika misalnya, tetapi
kegiatan belajar mengajar dikelas hanya memfokuskan pada latihan menghitung,
maka hasil kerja siswa tidak akan menunjukan hasil kerja yang berkaitan dengan problem solving sebagai bagian
dari documentary portofolio dokumentasi, melainkan hanya menghitung.
c. Portofolio penampilan (show
portofolio)
Portofolio penampilan (show
fortofolio) digunakan untuk memilih hal-hal yang paling baik yang
menunjukan bahan atau pekerjaan terbaik yang dihasilkan oleh
siswa. Portofolio pertunjukan bertujuan untuk menyeleksi pekerjaan terbaik yang
dilakukan oleh siswa. Tidak seperti portofolio dokumentasi, portofolio
pertunjukan tidak mencakup proses pekerjaan, perbaikan dan penyempurnaan
pekerjaan siswa. Portofolio pertunjukan di gunakan untuk tujuan seperti
seleksi, sertifikasi, maupun penilaian kelas. Untuk tujuan yang lebih rumit,
yang sangat memerlukan perbandingan, validitas perbandingan haruslah
benar-benar diperhatikan oleh beberapa penilai adalah perlunya reliabilitas,
yaitu apakah skor yang diberikan kepada hasil kerja siswa konsisten.
d. Perencanaan Portofolio
Pertunjukan
Portofolio pertunjukan
dirancang untuk menunjukan hasil kerja siswa yang terbaik dalam satu tujuan pembelajaran atau dalam
kurun waktu tertentu. Portofolio pertunjukan sangat berguna untuk penilaian
sumatif yang bergantung :
·
Seberapa baik isi portofolio mengacu pada tujuan pembelajaran yang
telah ditentukan
·
Seberapa baik hasil kerja siswa telah menujukan kemampuan siswa
yang sebenarnya
Penilaian portofolio haruslah
menunjukan kemampuan siswa yang sesuai dengan apa yang diharapkan oleh
kurikulum, yaitu hasil kerja peserta didik harus sesuai dengan tujuan pembelajaran
dan hasil belajar yang telah ditetapkan.
Tidaklah mudah menjawab
pertanyaan seberapa banyak hasil pekerjaan siswa dapat menunjukkan kemampuan
peserta didik sesuai dengan cakupan yang dituntut oleh kurikulum. Edward
Haertel menyarankan untuk menggunakan prinsip nilai tambah “value-added
principel” yaitu para pengembang portofolio memilih hasil kerja peserta
didik dan bertanya: “Informasi apa yang akan bertambah apabila suatu hasil
kerja siswa akan dimasukkan sebagai bahan penelitian?jika jawabannya tidak ada
untuk beberapa hasil kerja siswa, maka kurikulum telah tercapai.
Jika dalam portofolio dimasukkan untuk
menjawab penilaian yang akan valid tentang kemampuan peserta didik dalam bidang
tertentu, maka faktanya tidak boleh dicampur dengan hal-hal yang tidak ada
kaitannya dengan kemampuan peserta didik dalam bidang tertentu. Tugas
portofolio dirancang untuk menilai kemampuan matematika misalnya, maka isi
portofolio tidak akan menyangkut penilaian kemampuan membaca (reading ability).
- Portofolio pertunjukan hanya menunjukan hasil
kerja terbaik dan hanya menunjukan hasil akhir
- Portofolio menunjukan harus menggambarkan
kurikulum dan menunjukkan hasil kerja sendiri
F. Prinsip-prinsip khusus untuk mengimplementasikan penilaian
portofolio
Untuk keberhasilan penilaian portofolio, ada sejumlah prinsip yang harus dipegang teguh oleh guru,
yaitu:
1. Akurasi data, artinya karya siswa yang dapat dijadikan
portofolio adalah kumpulan dokumen peserta didik pada tahun pelajaran yang sedang berlangsung.
2. Ketepatan waktu, artinya karya anak dibuat berdasarkan tahapan indicator yang harus dipelajari, jangan samapi ditumpuk diakhir atau dikerjakan dalam satu
waktu, tetapi dipetakan dalam kurun semester.
3. Kelengkapan informasi, artinya evidence yang
dikumpulkan anak lengkap mulai dari apa yang dipelajari, apa yang pernah dikerjakan, berikut lembar kerja dan
hasil-hasil pekerjaan yang dikerjakan.
4. Keterbacaan dokumen, artinya dokumen portofolio
harus dalam keadaan yang jelas terbaca, sehingga setiap saat diperlukan dapat segera diperoleh informasinya.
5. Kepraktisan dokumen, artinya karya siswa yang beragam bentuk harus disesuaikan dalam satu
bendelan atau satu set bendelan.
6. Perencanaan. Kemungkinan siswa dapat menghasilkan banyak evidence maka guru harus
merencanakan secara cermat, kapan? Pada materi yang mana? Berapa banyak? Evidence menjadi
tagihan bagi anak.
7. Penataan dokumen. Untuk kepentingan penggunaan dokumen, maka guru menata evidence apakah berdasarkan kelompok evidence, atau berdasar waktu pengumpulan
atau kategori lainnya.
8. Pengadministrasian dokumen. Setiap karya yang mendukung terhadap pencapaian kompetensi peserta didik harus dicatat dalam buku harian anak atau buku catatan
nilai anak.
9. Serangkaian gagasan yang
diperlukan guru ketika mereka merancang penilaian portofolio. Gagasan ini
mencakup tujuan portofolio, isi, seleksi dan penilaian. Ringkasan check
list tentang merancang penilaian portofolio juga disajikan di bagian
akhir.
1. Penentuan Tujuan
Beberapa hal yang sangat
penting dalam penentuan tujuan penilaian porfolio adalah sebagai:
a. Guru harus menentukan tujuan
portofolio, apakah guru akan memantau proses atau mengevaluasi hasil akhir (product)
b. Guru harus menetapkan apakah
penggunaan portofolio untuk proses mengajar atau sebagai alat untuk penilaian.
c. Guru harus menetapkan apakah
portofolio dilakuakan dalam memantau perkembangan siswa ataukah guru hanya
bermaksud mengoleksi hasil kerja siswa.
d. Penentuan tujuan portofolio
akan sangat berpengaruh terhadap penggunaan jenis portofolio (penilaian
portofolio kerja, penilaian portofolio dokumentasi, atau penilaian portofolio
pertunjukkan)
e. Jika guru ingin mengevaluasi
baik proses maupun hasil portofolio siswa, mungkin guru akan menggunakan
portofolio dokumentasi.
f. Guru harus menentukan pihak
yang akan terjadi audience dan untuk apakah portofolio
digunakan? Apakah portofolio digunakan untuk menunjukkan proses belajar
mengajar yang sedang berlangsung kepada orang tua, penilaian pada akhir tahun
pelajaran, pada akhir jenjang pendidikan, atau untuk memantau sistem.
Bagaimana
anda menjawab keenam hal tersebut di atas akan berpengaruh pada isi dan seleksi
portofolio kriteria yang digunakan untk melaporkan hasil belajar yang dicapai
siswa.
2. Isi Portofolio
Beberapa hal yang sangat penting dalam penentuan isi penilaian
portofolio adalah sebagai berikut:
a. Guru harus menentukan apakah
isi portofolio yang akan dilaksanakan.
b. Guru harus menentukn relevansi
antara hasil karya siswa dengan tujuan yang akan dinilai. Apakah penilaian diri
(self assesment), open ended, essay, audio akan
digunakan sebagai bagian penilaian portofolio? Apakah guru akan memperbolehkan
hasil kerjasama siswa?
c. Guru harus menunjukkan hubungan
antara pencapaian hasil belajar siswa dengan kompetensi dasar dan indikator
pencapaian hasil belajar yang telah ditentukan daam Kompetensi Berbasis
Kompetensi.
d. Guru harus menunjukkan seberapa
banyak portofolio akan digunakan sebagai bahan penilaian? Akankah portofolio
berisi hasil karya siswa yang begitu banyak dan luas atau hanya berisi hasil
karya pilihan saja? Apakah seluruh karya siswa yang terpilih dapat menunjukkan
kompetensi dasar dan atau indikator pencapaian hasil belajar yang telah
ditetapkan dalam kurikulum berbasis kompetensi.
3. Seleksi
Beberapa hal yang sangat
penting dalam evaluasi hasil belajar siswa untuk portofolio adalah sebagai
berikut:
a. Guru harus menentukan pihak
yang melakukan seleksi terhadap hasil karya siswa. Apakah siswa atau guru yang
akan bertanggung jawab dalam melakuakn seleksi hasil karya siswa? Apakah siswa
bekerjasama dengan guru dalam melakukan seleksi hasil karya siswa?
b. Guru harus menentuka cara
penseleksian terhadap hasil karya siswa?
c. Guru harus menetukan dengan
cara apakah pemilihan hasil karya siswa dilakukan, khususnya dalam rangka
meningkatkan refleksi diri dan penilaian diri? Apakah guru akan mengembangkan
prosedur untuk melaksanakan seleksi? Dapatkah anda menggunakan proses selksi
ini untuk melihat lebih dalam tentang kemampuan siswa?
d. Guru harus menentukan prosespenilaian
portofolio di kelas. Sistem apakah yang digunakan untuk melaksanakan
portofolio? Siapakah yang memiliki aksis ke portofolio dan kapan? (Lihat
penilaian porofolio dokumnetasi). Dapatkah guru menggunakan proses ini untuk
melihat lebih dalam tentang kemampuan siswa?
4. Pengamatan dan Penilaian
Beberapa hal yang penting dalam pengamatan dan
penilaian adalah sebagai berikut:
a. Guru harus membedakan antara
penilian portofolio secara individual dan secara kelompok. Untuk memahami hal
ini perhatikan kembali bab tentang penilaian portofolio dokumentasi dan
penilaian portofolio pertunjukan.
b. Guru harus membuat penilaian
portofolio sesuai mungkin dengan kompetensi dasar maupun dengan indikator
pencapaian hasil belajar yang telah ditentukan.
c. Guru harus membuat penilaian
portoflolio individu dan kelompok ini sesuai dengan kompetensi dasar dan
indikator pencapaian hasil belajar yang telah ditentukan.
d. Guru harus memastikan dengan
benar kriteria yang akan digunakan dalam penilaian portofolio baik yang
digunakan untuk kelompok maupun untuk siswa secara individu
e. Kriteria yang dikebangkan harus
sesuai dengan indikator pencapaian hasil belajar.
f. Kriteria yang dikembangkan
harus mencakup rentang kemampuan yang jelas mulai dari kemampuan yang kurang
sampai kemampuan yang baik.
g. Kriteria yang dikembangkan juga
harus mudah dikomunikasikan kepada siswa, orang tua, atau pun pihak lain
sehingga mereka dapat dengan mudah memahami kriteria yang dimaksud.
h. Kriteria penilaian haruslah
terbebas dari perbedaan jenis kelamin siswa. Jangan sampai terjadi lebih baik
untuk laki-laki atau sebaliknya.
i. Kriteria penilaian harus dapat
digunakan oleh siapa saja (guru yang berbeda) dan dapat menghasilkan pegertian
yang sama untuk hasil kerja yang sama.
5. Penempatan Siswa dalam Peta
Kemampuan
a. Guru harus membedakan antara
laporan siswa dalam bentuk kedudukan mereka dalam garis kontinum atau kedudukan
mereka dalam peta kemampuan.
b. Guru harus membedakan antara estimasi objektif
dan estimasi subjektif dalam penilaian portofolio.
G. Pedoman Penerapan Penilaian
Portofolio
1. Pedoman Penerapan
Dalam penerapan portofolio,
beberapa hal berikut ini perlu diperhatikan:
a. Menerapkan pembelajaran siswa
b. Memperjelas apa yang dikerjakan
oleh siswa
c. Memisahkan dan membedakan
dokumen komulatif siswa
d. Mengamati pekerjaan siswa yang tersirat dan
tersurat dalam kegiatan
e. Merasionalkan
2. Langkah-Langkah Kegiatan
a. Memastikan bahwa siswa memiliki
berkas portofolio
1) Menentukan bentuk dokumen atau hasil pekerjaan
yang perlu dikumpulkan
2) Siswa mengumpulkan dan menyimpan dokumen dari
hasil: pekerjaannya
3) Menentukan kriteria penilaian yang digunakan
4) Mengharuskan siswa menilai hasil pekerjaannya
sendiri secara berkelanjutan
5) Menentukan waktu dan menyelenggarakan
pertemuan portofolio
6) Melibatkan orang tua dalam proses penilaian
portofolio
b. Bahan Penelitian
Hal-hal yang dapat dijadikan
sebagai bahan- penilaian portofolio disekolah antara lain sebagai
berikut:
1) penghargaan tertulis
2) penghargaan lisan
3) hasil kerja biasa clan hasil pelaksanaan
tugas-tugas oleh siswa '
4) daftar ringkasan hasil pekerjaan
5) catatan sebagai peserta dalam suatu kerja,
kelompok '
6) contoh hasil pekerjaan .
7) catatan/laporan dari pihak yang relevan
8) daftar keha.diran .
9) hasil ujian/tes
10) presentase tugas, yang telah selesai dikerjakan
Bahan-bahan tersebut dapat
dipilih dan ditentukan yang dipandang relevan. saja dan dapat pula dengan
berbagai bahan lain apabila dipandang relevan dan perlu. Untuk menentukan bahan
apa saja yang perlu dikumpulkan, ada dua pertanyaan pokok yang harus dijawab,
yaitu:
· Bahan apa sajakah yang dapat
memberikan informasi tentang perkembangan yang dalam siswa?
· Bahan apa sajakah yang dapat
memberikan informasi yang bermanfaat dalam dalam pengambilan keputusan yang
berhubungan dengan kurikulum dan pengajaran?
Guru diharapkan tidak
menentukan secara sepihak dalam menentukan bahan penilaian tersebut, tetapi
dengan ikut melibatkan siswa, dengan melalui proses diskusi. Melalui proses
diskusi tersebut, perlu dicapai kesepakatan bersama tentang bahan yang perlu
dikumpulkan, cara mengumpulkannya, dan kriteria penilaiannya. Hal ini penting
supaya siswa mempunyai kesempatan untuk menyatakan kesulitan atau masalah yang
mungkin mereka hadapi ketika mengumpulkan bahan-bahan tersebut. Namun yang lebih
penting dari itu, proses pengambilan keputusan dengan diskusi semacam ini dapat
menumbuhkan rasa tanggung jawab pada diri siswa untuk bekerja sesuai dengan
yang diharapkan.
Selanjutnya perlu ditentukan
juga bobot penilaian untuk masing-masing bahan yang ditentukan perlu
dikumpulkan, dan cara penilaiannya. Hal ini pun perlu dikomunikasikan dan
dimintakan tanggapan siswa.
H. Pemilihan Isi
Portofolio
Beberapa hal yang sangat
penting dalam penentuan isi penilaian portofolio adalah sebagai berikut :
a) Guru harus menentukan apakah
isi portofolio yang akan dilaksanakan.
b) Guru harus menentukan relevansi
antara hasil karya siswa dengan tujuan yang akan dinilai. Apakah penilaian diri
(self assesment), open ended, esai, audio, akan digunakan sebagai penilaian
portofolio? Apakah guru akan memperbolehkan hasil kerjasama siswa?
c) Guru harus menunjukkan hubungan antara
pencapaian hasil belajar siswa dengan kompetensi dasar dan indikator pencapaian
hasil belajar yang telah ditentukan dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi.
d) Guru harus menunjukkan sebarapa
banyak portofolio akan digunakan sabagai bahan penilaian? Akankah portofolio
berisi hasil karya siswa yang begitu banyak dan luas atau hanya berisi hasil
karya pilihan saja? Apakah seluruh karya siswa atau karya siswa yang terpilih
dapat menunjukkan kompetensi dasar dan atau indikator pencapaian hasil belajar
yang telah ditetapkan dalam kurikulum berbasis kompetensi.
Selain itu ada beberapa hal
yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan isi portofolio, misalnya: siapa yang
memilih, bagaimana memilih, bagaimana melibatkan siswa, bagaimana peranan guru,
bagaimana kriteria eksternal, kapan harus dipilih, apa yang perlu dilakukan
oleh guru terhadap setiap isi.
I. Menilai Portofolio
Beberapa hal yang sangat
penting dalam pengamatan dan penilaian adalah sebagai berikut :
a) Guru harus membedakan antara
penilaian portofolio secara individual dan secara kelompok.
b) Guru harus membuat penilaian
portofolio sesuai mungkin dengan kompetensi dasar meupun dengan indikator
pencapaian hasil belajar yang telah ditentukan.
c) Guru harus membuat penilaian
portofolio individu dan kelompok ini sesuai dengan kompetensi dasar dan
indikator pencapaian hasil belajar yang telah ditentukan.
d) Guru harus memastikan dengan
benar kriteria yang akan digunakan dalam penilaian portofolio baik yang akan
digunakan untuk kelompok maupun untuk siswa secara individu.
e) Kriteria yang dikembangkan
harus sesuai dengan indikator pencapaian hasil belajar.
f) Kriteria yang dikembangkan
harus mencakup rentang kemampuan yang jelas mulai dari kemampuan yang kurang sampai
kemampuan yang baik.
g) Kriteria yang dikembangkan juga
harus mudah dikomunikasikan kepada siswa, orang tua, ataupun pihak lain
sehingga mereka dapat dengan mudah memahami kriteria yang dimaksud.
h) Kriteria penilaian haruslah
terbebas dari perbedaan jenis kelamin siswa. Jangan sampai terjadi lebih baik
laki-laki atau sebaliknya.
i) Kriteria penilaian harus dapat
digunakan oleh siapa saja (guru yang berbeda) dan dapat menghasilkan pengertian
yang sama untuk hasil kerja yang sama.
Untuk menilai portofolio harus
lebih dulu tersedia rubrik (pedoman terperinci) penilaian.
Penilaian portofolio hendaknya tidak hanya ditekankan kepada keberhasilan siswa
dalam memperoleh jawaban yang diinginkan oleh guru, tetapi lebih ditekankan
kepada proses berpikir siswa yang terdapat atau tersirat dalam isi portofolio.
Salah satu cara penilaian portofolio, atau pembuatan rubrik, adalah cara dengan
menggunakan kriteria berikut.
1. Bukti terjadinya proses berpikir.
· Apakah siswa telah menyusun
dengan rapi satuan-satuan isi portofolio dan data dalam setiap satuan itu?
· Apakah siswa telah berusaha
membuat dugaan, menjelajah, menganalisis, mencari pola, dsb?
· Apakah siswa telah menggunakan
materi konkret atau gambar untuk menafsirkan dan memecahkan masalah, atau untuk
memperoleh hasil penyelidikannya?
· Apakah siswa telah menggunakan
alat bantu lain dalam pemecahan masalah atau penyelidikannya?
2. Mutu kegiatan atau penyelidikan
· Apakah kegiatan atau
penyelidikan oleh siswa yang dilaporkan dalam portofolio meningkatkan
pengetahuan atau pemahaman siswa tentang konsep aatau kaidah tertentu?
· Apakah kegiatan membuat
portofolio meningkatkan keterampilan siswa dalam menggunakan konsep, cara, atau
kaidah tertentu?
· Apakah kegiatan membuat
portofolio meningkatkan sikap siswa terhadap pelajaran yang bersangkutan?
· Apakah kegiatan atau
penyelidikan itu melibatkan beberapa subpokok bahasan?
3. Keragaman pendekatan
· Apakah ada petunjuk yang kuat
atau bukti bahwa siswa menggunakan berbagai pendekatan dalam
memecahkan masalah?
· Apakah ada petunjuk yang kuat
atau bukti bahwa siswa melakukan berbagai macam kegiatan atau penyelidikan?
·
J. Perencanaan Portofolio oleh
Guru
Untuk menugasi siswa membuat
portofolio, guru perlu membuat persiapan
sebagai berikut.
1. Menentukan maksud portofolio: Tentukan apakah portofolio yang Anda
tugaskan itu untuk penilaian karya terbaik atau untuk penilaian kemajuan atau
perkembangan kompetensi siswa.
2. Menyesuaikan tugas dengan kurikulum: Agar efektif, tugas kinerja
untuk portofolio harus sesuai dengan tujuan yang ditentukan di dalam kurikulum.
3. Menentukan indikasi: Guru harus menentukan butir-butir apa yang
harus terdapat di dalam portofolio, meskipun butir lain tidak dilarang untuk
dimasukkan jika siswa berpendapat bahwa tambahan butir itu dapat memberikan
tambahan petunjuk tentang kompetensi siswa.
4. Menentukan format portofolio: Guru harus menentukan format
portofolio agar kumpulan karya siswa sistematis dan tidak sulit untuk dinilai.
5. Pembatasan kuantitas: Agar tidak memberikan beban yang sangat
berat bagi guru, maka “panjang” portofolio perlu dibatasi.
6. Menentukan rubrik: Sebelum portofolio mulai dibuat oleh siswa,
guru harus sudah membuat atau mempunyai rubrik (pedoan penskoran) portofolio.
K. Hambatan Penilaian Portofolio
Ada beberapa hambatan dalam penilaian portofolio di sekolah.
Hambatan- hambatan tersebut dapat terjadi dalam kondisi-kondisi, antara lain
sebagai berikut
a) Apabila guru memiliki kecenderungan untuk memperlihatkan hanya pencapaian
akhir. Jika hal ini terjadi, berarti proses tidak
mendapat"' perhatian sewajarnya. Dengan demikian, siswapun akan hanya
berorientasi pada pencapaian akhir semata dengan kecenderungan melakukan
berbagai upaya dan strategi dan bahkan mungkin dengan menghalalkan segala cara. Dengan demikian, penggunaan penilaian
portofolio dalam hal ini tidak dapat mengubah sikap dan perilaku siswa, yang
sebenarnya diharapkan dapat terjadi dengan menjalani dan, mengalami
proses pcmbelajarannya.
b) Apabila guru dari siswa
terjebak dalam suasana hubungan ‘top-down’. Jika kondisi
ini terwujud, maka inisiatif dan kreativitas siswa akan hilang. Pada akhirnya
siswa hanya menjadi manusia penurun dan mengikuti perintah. Suasana
pembelajaran akan tidak bergairah. Segala sesuatu yang berlangsung dalam kelas
akan sangat bergantung kepada guru. Pada akhirnya, pendidikan sekolah hanya
akan menghasilkan manusia-manusia pasif, yang tidak memiliki inisiatif dan
kreativitas
c) Penyediaan format yang
digunakan secara lengkap dan detail, dapat juga menjebak. Siswa akan terjerumus
ke dalam suasana yang kaku dan mematikan, yang pada akibatnya juga akan
mematikan kreativitas.
d) Menyita waktu dan memerlukan
tempat penyimpanan berkas yang memadai, bila jumlah siswa cukup besar.
.L. Contoh Portofolio Assesment
1. Contoh Tugas untuk Membuat Portofolio “Karya Terbaik”
Kumpulkan dalam satu bendel tugas-tugas yang telah kamu buat
selama satu semester baik berupa makalah, laporan kunjungan, atau
artikel-artikel ilmiah untuk menunjukkan karya terbaik kamu. Jelaskan mengapa
masing-masing merupakan karya terbaik kamu.
2. Contoh Tugas untuk Membuat Portofolio Perkembangan atau Kemajuan
Belajar
a. Tuliskan pengalamanmu belajar
Biologi selama satu semester terakhir meliputi hal-hal yang menarik dan hal-hal
yang tidak menarik, serta pengetahuan kamu tentang kegunaan Biologi dalam
kehidupan atau dalam hal-hal lain. Tuliskan pula kesulitan-kesulitan yang kamu
alami selama mempelajari Biologi satu semester terakhir dan kemukakan usahamu
untuk mengatasi kesulitan-kesulitan tersebut. Beberapa pertanyaan yang dapat
membantu kamu dalam menulis portofolio perkembanganmu antara lain :
Ø Hal-hal
apa yang kamu anggap menarik selama kamu mempelajari Biologi satu semester ini?
Ø Hal-hal
apa yang kamu anggap tidak menarik selama kamu mempelajari Biologi satu
semester ini?
Ø Kesulitan-kesulitan
apa yang kamu temui selama satu semester ini?
Ø Usaha
apa yang kamu lakukan untuk mengatasi kesulitan tersebut?
Ø Apa
yang masih ingin kamu pelajari lebih lanjut pada semester depan?
b. Tuliskan penilaianmu terhadap kemajuan-kemajuan yang kamu alami
selama satu semester belajar Biologi meliputi kelebihan dan kekurangan kamu.
3. Contoh Tugas untuk Membuat Portofolio Proyek
a. Tugas Membuat Dokumentas.Kunjungi
tempat-tempat yang dapat memberi kamu informasi tentang berbagai macam tumbuhan
baik tumbuhan tingkat tinggi maupun tumbuhan tingkat rendah. Beberapa tempat
yang dapat dijadikan referensi untuk dikunjungi antara lain :
Ø Taman
Balekambang
Ø Balai
Penelitian Tanaman Obat
Ø Bumi
Perkemahan Segoro Gunung
Ø Jejamuran
(Budidaya Jamur Tiram dan Jamur Merang)
Ø Dan
lain-lain
Buatlah uraian tentang hasil
kunjunganmu yang mencakup : nama pengumpul informasi, tanggal pengumpulan
informasi, tempat mendapatkan informasi, sumber informasi, masalah yang
diselidiki, informasi yang terkumpul, dan kesimpulanmu mengenai masalah
tersebut. Dokumentasikan semua yang didapat dari kegiatan kunjunganmu.
b. Tugas Melakukan Wawancara
Kunjungilah Balai Penelitian
Tanaman Obat Tawangmangu dan lakukan wawancara dengan pejabat berwenang
mengenai “Budidaya Tanaman Obat dan Pengembangan Potensi Tanaman Obat di
Masyarakat”. Buatlah uraian mengenai masalah tersebut yang mencakup : nama
pewawancara, tanggal wawancara, masalah yang diselidiki, maksud wawancara,
identitas pejabat yang diwawancarai, informasi tentang budidaya tanaman obat,
tanggapan pejabat tersebut atas maksud wawancara, serta kesimpulan dan saran
kamu.
M. Contoh Pedoman
Penskoran untuk Portofolio
Ada bermacam-macam bentuk pedoman penskoran
untuk menilai portofolio. Berikut ini disajikan beberapa contoh.
Contoh 1
Pedoman Penskoran Hasil Penyelidikan
1. Bukti terjadinya proses berpikir.
Ø Apakah siswa telah menyusun dengan rapi
satuan-satuan isi portofolio dan data dalam setiap satuan itu?
Ø Apakah siswa telah berusaha membuat dugaan,
menjelajah, menganalisis, mencari pola, dsb?
Ø Apakah siswa telah menggunakan materi konkret
atau gambar untuk menafsirkan dan memecahkan masalah, atau untuk memperoleh
hasil penyelidikannya?
Ø Apakah siswa telah menggunakan alat bantu lain
dalam pemecahan masalah atau penyelidikannya?
[Besarnya skor sama dengan banyaknya indikator
yang dipenuhi. Jadi, skor yang mungkin: 0, 1, 2, 3, 4]
2. Mutu kegiatan atau penyelidikan
Ø Apakah kegiatan atau penyelidikan oleh siswa
yang dilaporkan dalam portofolio meningkatkan pengetahuan atau pemahaman siswa
tentang konsep aatau kaidah tertentu?
Ø Apakah kegiatan membuat portofolio
meningkatkan keterampilan siswa dalam menggunakan konsep, cara, atau kaidah
tertentu?
Ø Apakah kegiatan membuat portofolio
meningkatkan sikap siswa terhadap pelajaran yang bersangkutan?
Ø Apakah kegiatan atau penyelidikan itu
melibatkan beberapa subpokok bahasan?
[Besarnya skor sama dengan
banyaknya indikator yang dipenuhi.
Jadi, skor yang mungkin: 0, 1,
2, 3, 4]
3. Keragaman pendekatan
Ø Apakah ada petunjuk yang kuat atau bukti bahwa
siswa menggunakan berbagai pendekatan dalam memecahkan masalah?
Ø Apakah ada petunjuk yang kuat atau bukti bahwa
siswa melakukan berbagai macam kegiatan atau penyelidikan?
[Besarnya skor sama dengan dua
kali banyaknya indikator yang
dipenuhi. Jadi, skor yang
mungkin: 0, 2, 4]
Contoh 2
Pedoman Penskoran Hasil Karya dalam Biologi
Aspek Indikator Skor
· Menunjukkan pemahaman tentang
semua konsep dan prinsip Biologi yang terkandung di dalam masalah yang harus dipecahkannya.
Menggunakan istilah dan pemecahan yang sesuai. Melaksanakan pengetahuan dari
konsep yang relevan dengan lengkap dan benar ( 4 )
· Menunjukkan bahwa siswa
memahami hampir semua konsep dan prinsip biologi yang terkandung di dalam
masalah yang harus dipecahkannya. Menggunakan istilah dan konsep biologi yang
hampir betul. Melaksanakan pengeahuan dari konsep yang relevan dengan lengkap,
tetapi ada ketidaksesuaian dalam hasil. ( 3 )
· Menunjukkan bahwa siswa
memahami sebagian konsep dan prinsip biologi yang terkandung di dalam masalah
yang harus dipecahkannya. Berbuat kesalahan yang agak serius dalam prosesnya.
(
2 )
· Tampak bahwa pemahamannnya
sangat terbatas tentang konsep dan prinsip biologi yang terkandung di dalam masalah
yang harus dipecahkannya. Keliru atau tidak dapat menggunakan pengetahuan atau
konsep biologi sebagaimana yang seharusnya. Berbuat kekeliruan parah dalam
proses/praktiknya. ( 1 )
Aspek Indikator Skor
Pengetahuan biologi
· Menggunakan informasi yang
relevan dari luar rumusan masalah yang harus dipecahkannya. Berhasil
mengidentifikasi semua unsur penting di dalam masalah, dan menunjukkan bahwa
siswa tahu hubungan yang ada antara unsur-unsur itu.
· Mencerminkan penggunaan
strategi yang cocok dan sistematik dalam memecahkan masalah. Penyelesaian
masalah yang digunakan jelas dan lengkap prosesnya. Strategi (4)
· Menggunakan informasi yang
relevan dari luar rumusan masalah yang harus dipecahkannya. Berhasil
mengidentifikasi sebagian besar unsur penting di dalam masalah, dan menunjukkan
bahwa siswa tahu hubungan yang ada antara unsur-unsur itu. Mencerminkan
penggunaan strategi yang cocok dan sistematik dalam memecahkan masalah.
Penyelesaian masalah yang digunakan jelas dan hampir lengkap prosesnya. (3)
· Berhasil mengidentifikasi
beberapa unsur penting di dalam masalah, tetapi tampak bahwa siswa hampir tidak
tahu hubungan yang ada antara unsur-unsur itu. Mencerminkan penggunaan strategi
yang cocok, tetapi pemecahan masalah yang dilakukannya tidak sistematis dan
tidak lengkap. (2)
· Menggunakan informasi yang
toidak relevan. Tidak mampu mengidentifikasi unsur-unsur penting di dalam
masalah yang harus dipecahkannya. Menggunakan strategi yang tidak cocok. Tidak
ada kejelasan tentang strategi yang digunanaknnya. Penyelesaian masalah yang
dibuatnya tidak sistematik dan tidak selesai. (1)
· Tidak memahami konsep dan
prinsip biologi yang terkandung di dalam masalah yang harus dipecahkannya. (0)
Strategi
· Ada usaha menggunakan informasi
yang tidak relevan. Tidak mampu mengidentifikasi unsur-unsur penting dalam
masalah yang harus dipecahkannya.
· Mungkin menulis masalah yang
harus dipecahkannya. Tetapi tidak mampu berusaha memecahkannya. (0)
· Memberikan tanggapan yang
lengkap, serta uraian yang jelas dan tidak meragukan. Membuat ganbar atau
diagram yang cocok dan lengkap. Menyampaikan gagasannya dengan jelas.
Menggunakan argumen yang logis dan lengkap. Memberikan contoh atau
contoh-kontra. (4)
· Memberikan tanggapan yang agak
lengkap, serta uraian yang jelas. Membuat ganbar atau diagram yang cocok dan
agak lengkap. Menyampaikan gagasannya dengan jelas. Menggunakan argumen yang
logis, tetapi agak kurang lengkap. (3)
· Membuat langkah yang benar
dalam memecahkan masalah, tetapi belum selesai. Di samping itu, penjelasannya
agak tidak jelas. Membuat gambar atau diagram yang salah atau tidak jelas.
Uraian yang dibuatnya tidak jelas, atau sukar dipahami. Argumennya tidak
lengkap atau kurang logis. (2)
· Membuat sedikit langkah yang
benar dalam memecahkan masalah. Langkah yang lain sulit diikuti. Membuat
diagram atau ganmabar yang salah (tidak relevan dengan masalah yang harus
dipecahkannya). (1)
Komunikasi
· Tidak dapat mengutarakan
maksudnya. Kalimatnya tidak menggambarkan masalah yang harus dipecahkannya.
Membuat gambar yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan masalah yang harus
dipecahkannya. (0)
N. Pembobotan Nilai Portofolio
Pelaksanaan Kurikulum Berbasis
Kompetensi (KBK) menuntut dilaksanakannya penilaian dengan berbagai bentuk.
Satu di antaranya adalah penilaian dengan penugasan membuat portofoilo.
Berbagai bentuk penilaian itu lazimnya mempunyai bobot yang berbeda. Akan
tetapi bobot setiap bentuk pernilaian tidak dapat ditentukan secara seragam,
karena kedudukan penilaian dengan portfolio dalam suatu pembelajaran mungkin
tergantung pads jenis
menginformasikan pengajaran mata pelajaran Sebagai contoh:
Bobot portofolio untuk mata pelajaran olah raga mungkin berbeda dengan nilai
portofolio pada mata pelajaran sejarah atau Biologi.
O. Keuntungan menggunakan
penilaian portofolio
a. Beberapa keuntungan penilaian portofolio
adalah:
1. Mampu merefleksikan perubahan penting dalam proses kemampuan intelektual peserta
didik dari waktu ke waktu;
2. Menunjukkan prestasi akademik
dan memotret kompetensi peserta didik;
3. Mampu memfokuskan pada
kepentingan dan proses kemampuan belajar-mengajar serta praktis tentang kelebihan dan kekurangan
peserta didik.
b. Adapun manfaat penilaian portofolio adalah:
1. Portofolio menyajikan atau
memberikan:“bukti” yang lebih jelas atau lebih lengkap tentang kinerja siswa
daripada hasil tes di kelas
2. Portofolio dapat merupakan catatan penilaian yang sesuai dengan program pembelajaran
yang baik
3. Portofolio merupakan catatan
jangka panjang tentang kemajuan siswa
4. Portofolio memberikan gambaran
tentang kemampuan siswa
5. Penggunaan portofolio penilaian memberikan kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan keunggulan dirinya, bukan kekurangan atau kesalahannya dalam
mengerjakan soal atau tugas.
6. Penggunaan portofolio penilaian mencerminkan pengakuan atas bervariasinya gaya belajar
siswa.
7. Portofolio memberikan kesempatan kepada siswa untuk berperan aktif dalam penilaian hasil
belajar
8. Portofolio membantu guru dalam
menilai kemajuan siswa
9. Portofolio membantu guru dalam mengambil keputusan tentang pembelajaran atau
perbaikan pembelajaran
10. Portofolio merupakan bahan yang
relatif lengkap untuk berdiskusi dengan orang tua siswa, tentang perkembangan
siswa yang bersangkutan.
11. Portofolio membantu pihak luar untuk menilai program pembelajaran yang bersangkutan
P. Keunggulan penilaian portofolio dibandingkan dengan model penilaian lainnya
Keunggulan penilaian portofolio
adalah:
1. Perubahan paradigma penilaian. Penilaian portofolio memberikan pengertian yang lebih bermakna tentang perubahan perilaku peserta didik.
2. Akuntabilitas. Portofolio dapat dijadikan sebagai salah satu perwujudan penilaian yang bertanggung jawab kepada konstituen (peserta didik, orang tua, sekolah, dan
masyarakat).
3. Peserta didik sebagai individu dan peran aktif peserta didik. Ini adalah ciri khas penilaian portofolio, dimana guru dapat menilai siswa sebagai individud engan sejuta
keunikan.
4. Identifikasi. Menolong guru untuk mendokumentasikan kebutuhan dan asset komunitas yang
berminat.
5. Keterlibatan orang tua dan masyarakat. Melibatkan banyak pihak, termasuk orang tua dan masyarakat dalam prosesnya.
6. Penilaian diri. Memungkinkan
bagi peserta didik melalukan penilaian diri sendiri, refleksi, dan pemikiran
yang kritis.
7. Penilaian yang fleksibel. Akan sangat bergantung pada indikator pencapaian hasil
belajar yang telah ditentukan.
8. Tanggungjawab bersama. Memungkinkan guru dan peserta didik secara bersama-sama bertanggungjawab
untuk merancang proses pembelajaran dan mengevaluasi kemauan sesuai dengan kompetensi yang harus dikuasai.
9. Keadilan. Dengan “sejuta
keunikan”, portofolio merupakan alat penilaian yang adil.
10. Ada kriteria penilaian. Hasil
pekerjaan peserta didik akan dinilai semata-mata berdasarkan kriteria yang
relevan dengan penampilan mereka.
Q. Isu-isu Teknis tentang Portofolio
1. Validitas Portofolio
Validitas dalam asesmen portofolio mengacu kepada bukti yang
tersedia untuk interpretasi asesmen dan konsekuensi potensial dalam pemanfaatan
asesmen (Klenowski,
2002). Semua asesmen pada dasarnya berdasarkan sampling perilaku atau kinerja
yang digunakan untuk generalisasi ke ‘semesta perilaku’ (Nuttal, dalam
Klenowski, 2002). Sampling perilaku ini pada akhirnya bergantung pada
asesor/guru, sehingga hal ini menjadi titik kritis validitas asesmen, termasuk
asesmen portofolio. Dikaitkan dengan istilah-istilah validitas yang umum, Nitko
(dalam Klenowski, 2002) menyatakan sebagai berikut:
1. Validitas isi di dalam
portofolio antara lain ditunjukkan apakah karya di dalam portofolio searah
dengan tujuan pembelajaran.
2. Validitas konstruk di dalam
portofolio antara lain ditunjukkan, apakah karya di dalam portofolio mencerminkan
keterampilan yang sesuai dengan konstruk keterampilan. (Sebagai contoh,
keterampilan pemecahan masalah memiliki konstruk yang berbeda dengan
keterampilan komunikasi).
3. Validitas kriteria menunjukkan
seberapa baik korelasi atau prediksi pengukuran kriteria eksternal dengan fokus
asesmen.
4. Friedman et al. (2001)
menyatakan bahwa kekuatan asesmen portofolio adalah asesmen
5. portofolio memiliki kekuatan
validitas prediktif, yakni menunjukkan kekuatan untuk memprediksi kinerja
atau profesionalitas selanjutnya.
2. Reliabilitas Portofolio
Esensi dari reliabilitas
portofolio adalah apakah hasil asesmen dari portofolio serupa
masih sama jika dilakukan oleh dua orang
asesor? Garret et al. (2003), setelah menganalisis bahwa berbagai penelitian
yang ada masih memfokuskan pada bagaimana menerapkan asesmen alternatif dan
dampak asesmen alternatif, merumuskan dasar metodologi untuk proses
establishing dan refining sistem penskoran asesmen alternatif
untuk skala luas, dengan memfokuskan pada reliabilitas asesmen portofolio.
Garret et al. (2003) merumuskan enam kriteria untuk penskoran portofolio yang
reliabel, yakni:
1) Penskoran harus terjadi pada kondisi yang
sama.
2) Kriteria yang spesifik, dibuktikan oleh rubrik penskoran, harus dipahami
dan digunakan.
3) Contoh-contoh (eksemplar) harus tersedia untuk
tiap tingkat skala penskoran.
4) Pengecekan berkala untuk reliabilitas harus
dilakukan.
5) Penilaian multipel harus digunakan dalam
penskoran.
6) Pencatatan akurat dan evaluasi proses harus
dilakukan untuk memonitor hasil-hasilnya.
Berbagai pilihan statistik
tersedia untuk melaporkan analisis hasil reliabilitas, antara lain interrater
agreement, kappa Cohen, dan koefisien korelasi Pearson untuk reliabilitas
(Garret et al., 2003). Interrater agreement
didefinisikan sebagai proporsi dari total pasangan
penilai, digunakan untuk pengukuran reliabilitas parsial.
Interrater agreement = number of actual pairwise
agreement
number of potential agreement
Kappa Cohen, dilambangkan k,
menggambarkan proporsi agreement yang diamati yang lebih besar daripada sekedar
kemungkinan.
k = Proportion of Occurance –
Proportion of Expected
1- Proportion of Expected
Harga k terentang antara -1,00 hingga 1,00. Jika k = 1,00, ini menunjukkan
adanya agreement yang sempurna antar penilai. Jika k = 0, ini menunjukkan
tingkat agreement yang didapatkan oleh kemungkinan/peluang. Harga k kurang dari nol menunjukkan
tingkat agreement yang lebih kecil dari sekedar kemungkinan. Interrater agreement dan Kappa
Cohen tidak dapat digunakan untuk skor yang berupa rentangan. Koefisien
korelasi Pearson dapat memberikan data yang menggambarkan
keseluruhan distribusi skor, serta memberikan informasi untuk monitoring dan
training penilai (Garret et al., 2003).
BAB III
PENUTUP
1. Portofolio adalah kumpulan
hasil karya seorang siswa, sebagai hasil pelaksanaan tugas kinerja, yang
ditentukan oleh guru atau oleh siswa bersama guru, sebagai bagian dari uasaha
mencapai tujuan belajar, atau mencapai kompetensi yang ditentukan dalam
kurikulum.
2. Fungsi Portofolio
Portofolio berfungsi untuk mengetahui
perkembangan pengetahuan siswa.
3. Menurut Fosters dan Masters (
1998 ) membedakan penilaian portofolio dalam 3 kelompok yaitu
a. Portofolio kerja (working
portofolio)
b. Portofolio dokumentasi (documentary
portofolio)
c. Portofolio penampilan (show
portofolio)
4. Perencanaan Portofolio oleh
Guru
i. Menentukan maksud portofolio
ii. Menyesuaikan tugas dengan
kurikulum
iii. Menentukan indikasi
iv. Menentukan format portofolio
v. Pembatasan kuantitas
5. Beberapa keuntungan penilaian
portofolio adalah:
i. Mampu merefleksikan perubahan penting dalam proses kemampuan intelektual peserta
didik dari waktu ke waktu;
ii. Menunjukkan prestasi akademik
dan memotret kompetensi peserta didik;
iii. Mampu memfokuskan pada
kepentingan dan proses kemampuan belajar-mengajar serta menginformasikan pengajaran praktis tentang kelebihan dan kekurangan
peserta didik.
DAFTAR PUSTAKA
Akhmad Sudrajat. 2008.
http://akhmadsudrajat.files.wordpress.com/2008/08/pedoman-pengembangan-portofolio.pdf
Dasim Budimansyah.
(2002). Model pembelajaran dan
penilaian berbasis portofolio. Bandung: Genesindo.
Eko putro Widoyoko. 2009. Evaluasi
Program Pembelajaran. Yogyakarta : Pustaka Pelajar
Erman Suherman. 28 Januari
2011. Assesment Portofolio "EDUCARE: Jurnal Pendidikan dan Budaya".http://www.nationalforum.com/Electronic%20Journal%20Volumes/Thomas,%20ConnPortfolio%20Assessment%20A%20Guide%20For%20Teachers%20And%20Administrator.pdf.
Bandung FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar