PEMBELAJARAN
JARAK JAUH
Diajukan untuk memenuhi tugas
MULTIMEDIA PEMBELAJARAN
Oleh: Kelompok 7
·
Dian
ramadhani 1601401031
·
Andi mega 1601401020
· Ismawati` 1601401010
· Hasnia 1601401003
Semester: IV (Empat)
PROGRAM STUDY PENDIDIKAN PANCASILA DAN
KEWARGANEGARAAN
UNIVERSITAS COKROAMINOTO PALOPO
2018/2019
KATA
PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah
yang maha Pengasih lagi Maha Penyayang, serta
segala puji dan syukur kepada-Nya yang telah memberikan begitu banyak nikmat.
Tidak lupa pula shalawat dan salam saya ucapkan kepada nabi besar Muhammad
shalallahu ‘Alaihi Wasallam beserta keluarga, sahabat-sahabat, dan para
pengikut beliau hingga akhir zaman. Sehingga kami dapat menyelesaikan sebuah
makalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Sistem Politik Indonesia. Kami sebagai penulis menyadari bahwa dalam
penulisan makalah ini masih terdapat kekurangan dan kesalahan dalam menulis.
Oleh karena itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat
membangun demi kesempurnaan makalah ini mendatang, baik dari pembaca ataupun
dosen pembimbing.
Demikian kata pengantar dari kami, semoga
makalah ini bermanfaat dan dapat digunakan sebagaimana mestinya. Terima kasih
atas perhatian pembaca sekalian.
Palopo, 09 april
2018
Pemakalah
DAFTAR ISI
SAMPUL................................................................................................................... i
KATA
PENGANTAR.............................................................................................. ii
DAFTAR
ISI iii
BAB
I: PENDAHULUAN
a. Latar
Belakang 1
b. Rumusan
Masalah 2
c. Tujuan 2
BAB II: PEMBAHASAN
a. Mengetahui
pengertian pendidikan jarak jauh 3
d.
Mengetahui ciri-ciri Pendidikan Jarak jauh 4
f. Memahami
pengelolaan Pembelajaran jarak jauh 5
I.
Memahami kelebihan pembelajaran jarak jauh 8
j.
Memahami kekurangan pembelajaran jarak jauh 9
k.
Memahami masalah yang dihadapi pembelajaran jarak jauh 11
BAB
III: PENUTUP
a. Kesimpulan 12
b. Saran 12
DAFTAR
PUSTAKA 13
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Pendidikan bukanlah sesuatu yang tanpa
masalah, dan untuk menyelesaikannya pun tidak dapat oleh satu pihak saja namun
harus menjadi pola pikir dari banyak pihak, tetapi bukan berarti semua pihak
juga ikut memutuskan masalah pendidikan ini. Karena jika semua ikut memutuskan
maka betapa kisruhnya dunia pendidikan Indonesia. Banyak hal yang harus
diselesaikan dalam tubuh pendidikan itu sendiri, terutama tuntutan atas peran
strategis pendidikan sebagai suatu pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk
mewujudkan pencerdasan kehidupan bangsa, telah mendorong tumbuhnya berbagai
inovasi dalam sistem pendidikan.
Usaha
pembangunan pendidikan dengan cara-cara yang konvensional seperti membangun
gedung-gedung sekolah dan mengangkat guru baru, hal ini tidak lagi dapat
dipandang sebagai langkah yang mampu memecahkan masalah pendidikan. Pembaharuan
pendidikan tidak mungkin lagi dapat dilakukan dengan cara-cara yang lama dengan
menggunakan metode yang lama.
Seiring
dengan perkembangan di banyak bidang yang cenderung tidak menentu, tuntutan
akan peningkatan kualitas sumber daya manusia semakin muncul kepermukaan.
Kedudukan strategis, baik disektor umum maupun swasta, menuntut sumber daya
manusia yang memiliki latar belakang pendidikan yang lebih tinggi. Sehingga
wajar jika motivasi publik tuk terus menambah pengetahuannya melalui institusi
pendidikan tinggi semakin meningkat. Namun karena intensitas pekerjaan semakin
bertambah, banyak kelompok masyarakat yang ingin menempuh pendidikan sambil
tetap bekerja. Untuk itu kita harus bisa mengembangkan sistem pendidikan yang
lebih terbuka, lebih luwes, dan dapat diakses oleh siapa saja yang memerlukan
tanpa memandang usia, jender, lokasi, kondisi sosial ekonomi, maupun pengalaman
pendidikan sebelumnya. sistem tersebut juga mampu meningkatkan mutu pendidikan
secara merata. Sistem pendidikan tersebut adalah sistem pendidikan terbuka atau
sistem belajar jarak jauh, yang merupakan bagian dari sistem pendidikan
nasional. Sistem belajar jarak jauh adalah suatu model pembelajaran yang tidak
terikat oleh segala peraturan yang mengikat seperti pada pendidikan
konvensional.
B.
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka rumusan masalah dalam makalah ini
adalah:
a. Mengetahui
pengertian pendidikan jarak jauh
d.
Mengetahui ciri-ciri Pendidikan Jarak jauh
f. Memahami
pengelolaan Pembelajaran jarak jauh
I.
Memahami kelebihan pembelajaran jarak jauh
j.
Memahami kekurangan pembelajaran jarak jauh
k.
Memahami masalah yang dihadapi pembelajaran jarak jauh
C. Tujuan
Makalah
ini bertujuan untuk:
a. Mengetahui
pengertian pendidikan jarak jauh
d.
Mengetahui ciri-ciri Pendidikan Jarak jauh
f. Memahami
pengelolaan Pembelajaran jarak jauh
I.
Memahami kelebihan pembelajaran jarak jauh
j.
Memahami kekurangan pembelajaran jarak jauh
k.
Memahami masalah yang dihadapi pembelajaran jarak jauh
BAB II
PEMBAHASAN
1. Pengertian
Pembelajaran Jarak Jauh:
Pendapat
dari Hamzah B.Uno dalam bukunya yang berjudul Model Pembelajaran yang
menyatakan bahwa pembelajaran jarak jauh adalah sekumpulan metode pengajaran di
mana aktivitas pengajaran dilaksanakan secara terpisah dari aktivitas belajar.
Pemisah kedua kegiatan tersebut dapat berupa jarak fisik maupun nonfisik
(2007:34). Jarak fisik dalam artian lokasi, dan jarak nonfisik yakni kondisi.
Melalui PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) pula dimungkinkan antara pengajar
dan pembelajar berbeda tempat bahkan bisa dipisahkan oleh
jarak yangsangat jauh, Selain itu pula, dalam pembelajaran jarak
jauh dikenal pula istilah E-Learning. E-learning merupakan metode penyampaian
yang digunakan dalam pembelajaran jarak jauh. E-learning dapat dipahami sebagai
metode penyampaian dengan komputer dan memanfaatkan teknologi internet serta
pemrograman yang memungkinkan para peserta didik untuk berinteraksi dengan
bahan-bahan pelajaran melalui chat room (ruang komunikasi) misalnya. Menurut
Dohmen (1967) mengemukakan bahwa pembelajaran jarak jauh adalah suatu
bentuk pembembelajaran mandiri yang terorganisasi secara sistematis yang
dilakukan oleh sekelompok tenaga pengajar yang memiliki tanggung jawab yang
berbeda.Tanggung jawab pengajar-pengajar tersebut meliputi kegiatan
konseling,penyajian materi ,pembelajaran,supervise dan pemantauab terhadap
keberhasillan siswa.Sedangkan Peters (1973) mengatakan bahwa pendidikan jarak
jauh adalah metode penyampaian pengetahuan ,keterampilan dan sikap melalui
penggunaan media yang menerapkan sistem indusrialilasi dalam pembelajaran.
Berdasarkan
analisis terhadap sejumlah definisi dan implementasi sistem
pendidikan, Sementara itu, Desmond Keegan (1986) memaparkan
lima karakteristik pendidikan jarak jauh, yaitu:
a. Terpisahnya
antara peserta belajar dengan pengajar selama proses pembelajaran yang
membedakannya dengan pembelajaran konvensional.
b. Dipengaruhi
oleh organisasi atau lembaga penyelenggara baik dalam perencanaan dan persiapan
bahan belajar maupun pemberian dukungan belajar bagi peserta belajar yang
membedakannya dengan program pembelajaran privat.
c. Digunakannya
media baik cetak, audio, video maupun computer untuk menyatukan antara peserta
belajar dan pengajar maupun penyampaian materi pembelajaran.
d. Digunakannya
komunikasi dua arah sehingga terjadi interaksi dan atau dialog yang intensif.
e. Ketidakperluan
hadirnya peserta belajar selama proses pembelajaran sehingga pembelajaran
terjadi secara mandiri walaupun tidak menutup kemungkinan adanya pertemuan pada
waktu-waktu tertentu baik untuk tujuan pembelajaran maupun sosialisasi atau
orientasi.
Jika
mengacu pada karakteristik menurut Desmond seperti dijelaskan di atas, maka
komponen pendidikan jarak jauh hampir sama dengan menurut Rumble, yaitu adanya
peserta belajar, pengajar, bahan belajar, proses belajar, serta lembaga yang
menyelenggarakan pendidikan jarak jauh. Sebagai konsekuensi keterpisahan jarak
antara peserta belajar dan pengajar maka diperlukan media yang relevan,
tentunya, (baik cetak, audio, video atau computer) dan teknologi yang
memungkinkan terjadinya komunikasi dua arah.
2.
Ciri-ciri Pembelajaran Jarak Jauh.
Menurut
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
(Sisdiknas), yang dimaksud dengan Pendidikan Jarak Jauh (PPJ) adalah pendidikan
yang pesertanya didiknya terpisah dari pendidik dan pembelajarannya menggunakan
berbagai sumber belajar melalui teknologi komunikasi, informasi, dan media
lainnya. Soekartawi (2003) memberikan ciri-ciri yang lebih spesifik
dari PJJ yaitu sebagai berikut.
A. Kegiatan
belajar terpisah dengan kegiatan pembelajaran.
B. Selama
proses belajar siswa selaku peserta didik dan guru selaku pendidik terpisahkan
oleh tempat, jarak geografis dan waktu atau kombinasi dari ketiganya.
C. Siswa
dan guru terpisah selama pembelajaran, komunikasi diantara keduanya dibantu
dengan media pembelajaran, baik media cetak (bahan ajar berupa modul) maupun
media elektronik (CD-ROM, VCD, telepon, radio, video, televisi, komputer).
D. Jasa
pelayanan disediakan baik untuk siswa maupun untuk guru, misalnya resource
learning center atau pusat sumber belajar, bahan ajar, infrastruktur
pembelajaran). Dengan demikian, baik siswa maupun guru tidak harus mengusahakan
sendiri keperluan dalam proses pembelajaran.
E. Komunikasi
antara siswa dan guru bisa dilakukan baik melalui satu arah maupun dua arah (two
ways communication). Contoh komunikasi dua arah ini, misalnya tele-conferencing,
video-conferencing, e-moderating).
F. Proses
pembelajaran di PJJ masih dimungkinkan dengan melakukan pertemuan tatap muka
(tutorial) dan ini bukan merupakan suatu keharusan..
G. Selama
kegiatan belajar, siswa cenderung membentuk kelompok belajar, walaupun sifatnya
tidak tetap dan tidak wajib. Kegiatan berkelompok diperlukan untuk memudahkan
siswa belajar.
H. Peran
guru lebih bersifat sebagai fasilitator dan siswa bertindak sebagai
participant.
3.
Pengelolaan Pembelajaran Jarak Jauh
Ada
telah mengenal komponen-komponen penting dalam system pembelajaran jarak jauh
kuruyaitu:
a. Program
b. Bahan
ajar
c. Layanan
d. Evaluasi
Hasil Belajar
a. Program
Faktor-faktor
yang perlu diperhatikan dalam penawaran program dalam system pembelajaran jarak
jauh adalah sebagai berikut
1. Studi
kelayakan perlu dialkukan untuk melihat kemungkinan diselenggarakan suatu
program dengan melihat beberapa hal yaitu kebutuhan masyarakat akan program
(kualifikasi yang dibutuhkan ,keberlanjutan ); ketersediaan sumber daya ( tenaga
pengembang bahan ajar ,tenaga adminstrasi, dan penunjang sarana dan prasarana
);pendanaan (dana investasi, dana oprasional dan pemeliharaan , penerimaan
internal).
2. Kurikulum
Kurikulum
harus dapat menggambarkan bentuk program yang akan ditawarkan yang
antara lain meliputi aspek tujuan program ,profil llulusan ,keunggulan program
. Kurikulum tersebut merupakan dasar pengembangan garis proram pengajaran
(GBPP).
b.
Bahan Ajar
1.
Pengembangan bahan ajar
Dalam
system pembelajaran jarak jauh , paket bahan ajar merupakan komponen yang
sangat penting ,karena merupakan sumber belajar utama bagi peserta didik .
Rowntree (1994) mengelompokkan media cetak yang dapat dimanfaatkan dalam system
pembelajaran jarak jauh menjadi empat katagori yaitu media cetak ,media audio
–visual, media praktikum dan meida interakif.
Beberapa
alternative pengembanagn bahan ajar dalam system pembelajaran jarak
jauh Rowntree (1994 ) yaitu :
1. Menggunakan
paket bahan ajar yang telah dikembangkan oleh institusi jarak jauh lain
2. Menggunakan
bahan yang oleh intitusi ,pendidikan konvensional seperti buku
teks,video,ataupun materi belajar yang dapat digunakan .
3. Pengembangan
bahan ajar baru
Pengembangan
bahan ajar dapat dilakukan minimal melalui dua pola pendekatan seperti yang
dikemukakan oleh Moore & Kearsley (1996) yaitu pola penulis-editor dan
couse team.
a. Pendekatan
Penulis-editor
Pengembangan
bahan ajar melibatkan dua orang yaitu penuli dan editor. Penulis diasumsikan
berfungsi sebagai ahli materi keilmuan ,ahli desain instruksional,ahli media
dan ahli evaluasi.sedangkan editor berfungsi rangkap sebagai couse manager,
penelaah materi, penyuting format dan ketikan ,serta penyutingan bahasa.
b. Pendekatan
Course
Tim
pengembangan bahan ajar dengan pendekatan course tim ini melibatkan beberapa
tenaga ahli yang terdiri dari :materi/penulis,ahli desain instruksional,ahli
media, dan manager /penanggung jawab pengembangan bahan ajar /mata pelajaran.
4. Layanan
Bantuan Belajar
Walaupun
bahan ajar pada system pembelajaran jarak jauh telah dirancnag untuk dipelajari
sendiri ,pada kenyataannya setiap peresta didik dalam proses belajarnya
memerlukan bantuan ataupun dukungan dari orang atau pihak lain ,baik pada saat
memulai kegiatan belajarnya ,pada saat proses belajar ,ataupun sesudah proses
belajar berakhir.Secara institusi layanan bantuan belajar pada system
pembelajaran jarak jauh yang dapat diberikan melalui berbagia cara antara lain
:
o Tutorial
o Bimbingan
dan konseling
o Fasilitas
/pusat sumber belajar
Ø Tutorial
Layanan
akademik dalam bentuk tutorial dapat dilakukan baik secara tatap muka maupun
jarak jauh dengan menggunakan media.
1. Tutorial
tatap muka pada dasarnya fungsi tutorial tatap muka adalah
membantu peserta didik yang mengalami kesulitan dalam mempelajari bahan
ajar (Rowntree,1994)
2. Tutorial
jarak jauh.
Tutorial
jarak jauh dapat dilkukan secara tertulis melalui surat lewat pos /elektronik(
mailing mail/list ),melalui telepon /telekonferensi audio, telekoferensi
video,tutorial radio atau televisi.
Ø Bimbingan
dan konseling
Bimbingan
dan konseling merupakan bantuan belajar yang mendukung dan memfasilitasi proses
belajar peserta didik ,mulai dari registrasi awal sampai lulus.
Ø Fasilitas
/pusat sumber belajar
Bantuan
belajar juag harus meliputi perencanaan penyediaan sara akademik dalam
pemanfaatan sarana dan prasarana yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa
seperti:
a. Ruang
tutorial
b. Mini
lap
c. Perpustakaan
mini
d. Ruang
komputer
e. Akses
internet
Bantuan
belajar dalam bentuk fasilitas tersebut akan membantu proses belajar peserta
didik ,sehingga mereka tahu kemana harus datang bila memerlukan bantuan dalam
proses belajarnya.
4.
Kelemahan dan Kelebihan Pembelajaran Jarak Jauh (E-Learning)
Kesuksesan Pembelajaran
Jarak Jauh yang meninggalkanketaatan pada jadwal seperti pada proses
pembelajaran tatap muka, bukanlah merupakan suatu pilihan yang mudah baik bagi
instruktur maupun peserta didik. Maka dari itu PJJ memiliki keterbatasan
sekaligus kelebihan.
a.
Kelebihan pembelajaran jarak jauh (Rusman. 2011:351) :
a.
Tersedianya fasilitas e-moderating di mana pendidik dan peserta didik dapat
berkomunikasi secara mudah melalui fasilitas internet tanpa dibatasi oleh
jarak, tempat, waktu.
b.
Peserta didik dapat belajar atau me-review bahan pelajaran setiap saat dan di
mana saja kalau diperlukan.
c.
Bila peserta didik memerlukan tambahan informasi yang berkaitan dengan bahan
yang dipelajarinya, ia dapat melakukan akses di internet secara mudah.
d.
Baik pendidik maupun peserta didik dapat melakukan diskusi melalui
internet yang dapat diikuti dengan jumlah peserta yang banyak, sehingga
menambah ilmu pengetahuan dan wawasan yang lebih luas.
e.
Peserta didik dapat benar-benar menjadi titik pusat kegiatan belajar-mengajar
karena ia senantiasa mengacu kepada pembelajaran mandiri untuk pengembangan
diri pribadi.
(Oemar
Hamalik, 1994:52)
1)
Adanya pemerataan pendidikan ke berbagai tempat, bahkan ke tempat terpencil
atau pedalaman sekalipun. 173
2)
Kapasitas daya tampung pembelajaran jarak jauh online tidak terbatas, karena
tidak memerlukan ruang kelas, sehingga antara pengajar dengan pembelajar tidak
perlu bertatap muka secara langsung dalam ruang kelas. Pengajar dan pembelajar
dalam proses pembelajaran memanfaatkan fasilitas komputer yang dihubungkan
dengan internet atau intranet.
3)
Tidak diperlukannya ruang kelas untuk tatap muka dalam proses pembelajaran akan
mengurangi biaya operasional pendidikan, seperti biaya pembangunan dan
pemeliharaan kelas atau gedung sekolah, transportasi, atau alat tulis menulis,
dan sebagainya.
4)
Proses pembelajaran tidak terbatas oleh waktu, sehingga pembelajar dapat
menentukan sendiri waktunya untuk belajar, sesuai dengan kemampuan dan
ketersediaan waktu yang dimilikinya.
5)
Karena tidak terbatas oleh waktu, maka proses pembelajaran ini sangat tepat
diterapkan bagi orang yang memiliki waktu terbatas atau tidak tentu, misalnya
karyawan, pegawai, pengajar, dan sebagainya. Mereka dapat mengikuti proses
pendidikan dan tidak perlu mengganggu waktu bekerja mereka. Mereka masih tetap
bekerja sambil belajar.
6)
Pembelajar dapat menentukan materi pembelajaran yang dipelajarinya sesuai
dengan minat, keinginan dan kebutuhannya, sehingga pembelajaran akan efektif
untuk mencapai tujuan pembelajaran.
7)
Pembelajaran berlangsung bergantung pada kemampuan masing-masing pembelajar.
Jika pembelajar telah mencapai tujuan pembelajaran, maka dia dapat menghentikan
proses pembelajaran yang berkaitan dengan suatu materi pembelajaran dan
berpindah ke materi pembelajaran berikutnya. Namun, jika pembelajar masih belum
memahami materi pembelajaran yang dipelajarinya tersebut, maka diberi
kesempatan untuk mengulangi kembali mempelajari materi pembelajaran tersebut.
Pembelajar mengulangi pembelajaran tanpa tergantung pada pengajar atau pembelajar
lainnya, sehingga dapat belajar sampai tuntas (mastery learning).
8)
Materi pembelajaran selalu akurat dan mutakhir (up to date), karena pembelajar
dapat berinteraksi langsung dengan berbagai sumber informasi, terutama jika ada
materi pembelajaran yang belum atau kurang dipahami, sehingga keakuratan materi
pembelajaran yang disampaikan dapat terjamin. pembelajaran dapat diakses setiap
waktu lalu disimpan dalam komputer, sehingga materi pembelajaran itu mudah
diperbarui sesuai dengan perkembangan informasi dan ilmu pengetahuan serta
teknologi yang terus berkembang setiap saat.
9)
Dapat menarik perhatian dan minat pembelajar karena pembelajaran jarak jauh
dilaksanakan secara interaktif.
·
Faktor-faktor keberhasilan
Terdapat
beberapa faktor penting keberhasilan pembelajaran jarak jauh:
- Instruktur harus semangat dan konsisten (committed)
- Tim harus melibatkan dukungan administratif yang baik, tergantung pada jenis bahan dan metode-metode penyampaian yang dipergunakan, serta staf perancangan dan pembuatan yang baik
- Bahan-bahan pengajaran harus direncanakan dengan baik sehingga mereka dapat diuji dan selalu tersedia. Sebagian besar pekerjaan dilakukan sebelum bahan-bahan tersebut diterima oleh para peserta
- Harus ada fasilitasi dan dorongan terhadap interaksi peserta baik dengan instruktur maupun dengan para peserta sendiri
- Pelatih harus tetap berkomunikasi secara rutin dengan semua peserta didik
- Kemampuan untuk menggunakan setiap teknologi yang digunakan merupakan keharusan. Harus diujikan dan dijelaskan kepada para peserta sepenuhnya sehingga mereka mereka mengenali dengan baik dan merasa nyaman dengannya
- Masalah-masalah komunikasi dan teknis harus diselesaikan begitu muncul
- Instruktur perlu menggunakan berbagai metode interaksi danfeedback (misalnya komunikasi satu per satuconference calls, snail-mails, e-mail, video dan komunikasi tatap muka dengan menggunakan komputer (computer conferencing)
- Para peserta dapat menyimpan buku hariannya mengenai pandangan-pandangan mereka terhadap kemajuan dan isi dari kursus tersebut dan selanjutnya mengirimkan atau menyampaikan secara berkala
- Sangat penting untuk dapat melakukan kursus langsung tatap muka paling tidak satu kali, yang akan lebih baik bila dilakukan diawal dalam rangka membantu para peserta terbiasa dengan rutinitas pembelajaran jarak jauh dan untuk memberikan beberapa arahan mengenai teknik-teknik belajar.
5.
Masalah dan Kendala Pembelajaran Jarak Jauh online
Ada
beberapa masalah yang dihadapi dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh,
antara lain:175
1)
Kurang tersedianya infrastruktur dan sumber daya pendukungnya, seperti
kurang siapnya sumber daya manusia yang terlibat (pengajar, pembelajar, atau
teknisi).
2)
Adanya kekhawatiran, pendapat, atau persepsi keliru yang berkembang di
masyarakat tentang pembelajaran jarak jauh, seperti tentang rendah atau
kurangnya mutu lulusan dari pembelajaran jarak jauh dibandingkan pembelajaran
konvensional secara tatap muka. Padahal pembelajaran jarak jauh sudah diakui
oleh pemerintah dan hasil yang sudah dicapainya tidak kalah dengan pendidikan
formal. Masalah lainnya adalah anggapan biayanya mahal, atau tidak diakreditasi
oleh pemerintah.
3)
Kurang atau tidak adanya dukungan dari masyarakat, kebijakan dari pemerintah
atau pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders).
4)
Pembelajarannya dianggap tidak menarik karena tidak ada atau kurangnya
interaksi antara pengajar dengan pembelajar atau pembelajar dengan pembelajar
lainnya.
5)
Cara penyampaiannya yang tidak memperhatikan kaidahkaidah pembelajaran jarak
jauh.
6)
Sulitnya memilih media pembelajaran yang efektif dan interaktif sesuai dengan
keinginan dan minat pembelajar.
7)
Pendidikan jarak jauh merupakan metode pembelajaran yang memberikan kesempatan
kepada pembelajar untuk belajar secara terpisah dari kegiatan mengajarnya,
sehingga komunikasi antara pembelajar dan pengajar harus dilakukan dengan
bantuan media, seperti media elektronik atau media cetak. Akibat terpisahnya
ini, muncul masalah, yaitu pembelajar dalam melakukan kegiatan belajarnya tidak
mendapatkan pengawasan langsung secara terus menerus dari pengajar atau tutor
yang hadir di ruang belajar atau di lingkungan sekolah. Namun demikian,
pembelajar mendapatkan perencanaan, bimbingan, dan pengawasan dalam proses
pembelajarannya dari lembaga pendidikan yang mengelola atau mengatur pendidikan
jarak jauh itu.
8)
Dalam beberapa kenyataan di lapangan pendidikan, jarang sekali ditemui
pembelajaran jarak jauh yang seluruh proses pembelajarannya dilaksanakan dengan
e-learning atau online learning.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pembelajaran
jarak jauh adalah proses transfer pengetahuan untuk pelajar (siswa) yang
dipisahkan dari instruktur (guru) dengan waktu dan / atau jarak fisik dan
membuat penggunaan komponen teknologi, seperti video, internet, CD, kaset, dan
bentuk teknologi lainnya untuk mencapai pembelajaran.
Dalam
pelaksanaannya, pembelajaran jarak jauh ada beberapa faktor yang harus
diperhatikan, misalnya interaksi, pengalaman,dll. Selain itu juga dalam
pembelajaran jarak jauh terdapat prinsip - prinsip dan unsur-unsur yang perlu
diperhatikan.
Sistem
belajar jarak jauh merupakan suatu alternatif untuk memperoleh kesempatan
belajar bagi pebelajar atau warga belajar yang karena berbagai alasan tidak
dapat mengikuti pendidikan pada sistem pendidikan formal atau konvensional.
Pendidikan jarak jauh ini merupakan sistem pendidikan yang bebas untuk
diikuti oleh siapa saja tanpa terikat pada batasan tempat, jarak, waktu, usia,
jender dan batasan non akademik lainnya. Sistem ini memberikan kebebasan kepada
pebelajar atau warga belajar untuk mengikuti kegiatan pembelajaran secara bebas
dan mandiri.
Keberhasilan
dari program pendidikan jarak jauh ini sangat tergantung pada pihak-pihak yang
saling membantu, baik itu dari pebelajar sendiri, lembaga pendidikan yang
menyelenggara, anggota masyarakat. Selain itu kita juga harus lebih perduli
terhadap perkembangan Sistem belajar jarak jauh ini meski telah merupakan
kegiatan yang sudah sejak lama sudah dilakukan oleh dinas pendidikan.
B. Saran
Mudah-mudaham
makalah kami ini menjadi bahan masukan dan menjadi referensi bagi teman-teman
sekalian khususnya dalam materi Sistem Pembelajaran Jarak Jauh.
DAFTAR PUSTAKA
http://sitiboget62.blogspot.com/2015/02/makalah-pembelajaran-jarak-jauh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar