Minggu, 10 Juni 2018

MULTIMEDIA PEMBELAJARAN PPKn "PEMBELAJARAN JARAK JAUH"



MAKALAH
PEMBELAJARAN JARAK JAUH
Diajukan untuk memenuhi tugas

MULTIMEDIA PEMBELAJARAN

 

Oleh: Kelompok 7

·         Dian ramadhani                    1601401031
·         Andi mega                              1601401020
                                                      · Ismawati`                                   1601401010     
· Hasnia                                        1601401003                 

Semester: IV (Empat)



PROGRAM STUDY PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
UNIVERSITAS COKROAMINOTO PALOPO
2018/2019

KATA PENGANTAR



        Dengan menyebut nama Allah   yang maha Pengasih lagi Maha Penyayang, serta segala puji dan syukur kepada-Nya yang telah memberikan begitu banyak nikmat. Tidak lupa pula shalawat dan salam saya ucapkan kepada nabi besar Muhammad shalallahu ‘Alaihi Wasallam beserta keluarga, sahabat-sahabat, dan para pengikut beliau hingga akhir zaman. Sehingga kami dapat menyelesaikan sebuah makalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Sistem Politik Indonesia. Kami  sebagai penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih terdapat kekurangan dan kesalahan dalam menulis. Oleh karena itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini mendatang, baik dari pembaca ataupun dosen pembimbing.
     Demikian kata pengantar dari kami, semoga makalah ini bermanfaat dan dapat digunakan sebagaimana mestinya. Terima kasih atas perhatian pembaca sekalian.

Palopo, 09 april 2018
                                                           
                                               
Pemakalah

 

DAFTAR ISI
SAMPUL................................................................................................................... i
KATA PENGANTAR.............................................................................................. ii
DAFTAR ISI                                                                                                              iii
BAB I: PENDAHULUAN
a.       Latar Belakang                                                                                                1
b.      Rumusan Masalah                                                                                           2
c.       Tujuan                                                                                                             2
BAB II: PEMBAHASAN
a.      Mengetahui  pengertian  pendidikan jarak jauh                                                 3
d.      Mengetahui ciri-ciri Pendidikan Jarak jauh                                                       4
f.      Memahami  pengelolaan Pembelajaran jarak jauh                                              5
I.      Memahami kelebihan pembelajaran jarak jauh                                                   8
j.      Memahami kekurangan pembelajaran jarak jauh                                                9
k.     Memahami masalah yang dihadapi pembelajaran jarak jauh                              11
BAB III: PENUTUP
a.       Kesimpulan                                                                                                     12
b.      Saran                                                                                                               12
DAFTAR PUSTAKA                                                                                                            13

BAB I
PENDAHULUAN
    A.   Latar Belakang
     Pendidikan bukanlah sesuatu yang tanpa masalah, dan untuk menyelesaikannya pun tidak dapat oleh satu pihak saja namun harus menjadi pola pikir dari banyak pihak, tetapi bukan berarti semua pihak juga ikut memutuskan masalah pendidikan ini. Karena jika semua ikut memutuskan maka betapa kisruhnya dunia pendidikan Indonesia. Banyak hal  yang harus diselesaikan dalam tubuh pendidikan itu sendiri, terutama tuntutan atas peran strategis pendidikan sebagai suatu pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk mewujudkan pencerdasan kehidupan bangsa, telah mendorong tumbuhnya berbagai inovasi dalam sistem pendidikan.
Usaha pembangunan pendidikan dengan cara-cara yang konvensional seperti membangun gedung-gedung sekolah dan mengangkat guru baru, hal ini tidak lagi dapat dipandang sebagai langkah yang mampu memecahkan masalah pendidikan. Pembaharuan pendidikan tidak mungkin lagi dapat dilakukan dengan cara-cara yang lama dengan menggunakan metode yang lama.
Seiring dengan perkembangan di banyak bidang yang cenderung tidak menentu, tuntutan akan peningkatan kualitas sumber daya manusia semakin muncul kepermukaan. Kedudukan strategis, baik disektor umum maupun swasta, menuntut sumber daya manusia yang memiliki latar belakang pendidikan yang lebih tinggi. Sehingga wajar jika motivasi publik tuk terus menambah pengetahuannya melalui institusi pendidikan tinggi semakin meningkat. Namun karena intensitas pekerjaan semakin bertambah, banyak kelompok masyarakat yang ingin menempuh pendidikan sambil tetap bekerja. Untuk itu kita harus bisa mengembangkan sistem pendidikan yang lebih terbuka, lebih luwes, dan dapat diakses oleh siapa saja yang memerlukan tanpa memandang usia, jender, lokasi, kondisi sosial ekonomi, maupun pengalaman pendidikan sebelumnya. sistem tersebut juga mampu meningkatkan mutu pendidikan secara merata. Sistem pendidikan tersebut adalah sistem pendidikan terbuka atau sistem belajar jarak jauh, yang merupakan bagian dari sistem pendidikan nasional. Sistem belajar jarak jauh adalah suatu model pembelajaran yang tidak terikat oleh segala peraturan yang mengikat seperti pada pendidikan konvensional.



B.  Rumusan Masalah
   Berdasarkan latar belakang di atas maka rumusan masalah dalam makalah ini adalah:
a.      Mengetahui  pengertian  pendidikan jarak jauh
d.      Mengetahui ciri-ciri Pendidikan Jarak jauh
f.      Memahami  pengelolaan Pembelajaran jarak jauh
I.      Memahami kelebihan pembelajaran jarak jauh
j.      Memahami kekurangan pembelajaran jarak jauh
k.     Memahami masalah yang dihadapi pembelajaran jarak jauh
C.  Tujuan
Makalah ini bertujuan untuk:
a.      Mengetahui  pengertian  pendidikan jarak jauh
d.      Mengetahui ciri-ciri Pendidikan Jarak jauh
f.      Memahami  pengelolaan Pembelajaran jarak jauh
I.      Memahami kelebihan pembelajaran jarak jauh
j.      Memahami kekurangan pembelajaran jarak jauh
k.     Memahami masalah yang dihadapi pembelajaran jarak jauh


 

 BAB II
PEMBAHASAN

1.        Pengertian Pembelajaran Jarak Jauh:
Pendapat dari Hamzah B.Uno dalam bukunya yang berjudul Model Pembelajaran yang menyatakan bahwa pembelajaran jarak jauh adalah sekumpulan metode pengajaran di mana aktivitas pengajaran dilaksanakan secara terpisah dari aktivitas belajar. Pemisah kedua kegiatan tersebut dapat berupa jarak fisik maupun nonfisik (2007:34). Jarak fisik dalam artian lokasi, dan jarak nonfisik yakni kondisi. Melalui PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) pula  dimungkinkan antara pengajar dan pembelajar berbeda tempat bahkan bisa dipisahkan oleh jarak yangsangat jauh, Selain itu pula, dalam pembelajaran jarak jauh dikenal pula istilah E-Learning. E-learning merupakan metode penyampaian yang digunakan dalam pembelajaran jarak jauh. E-learning dapat dipahami sebagai metode penyampaian dengan komputer dan memanfaatkan teknologi internet serta pemrograman yang memungkinkan para peserta didik untuk berinteraksi dengan bahan-bahan pelajaran melalui chat room (ruang komunikasi) misalnya. Menurut Dohmen (1967) mengemukakan bahwa pembelajaran jarak jauh adalah suatu bentuk pembembelajaran mandiri yang terorganisasi secara sistematis yang dilakukan oleh sekelompok tenaga pengajar yang memiliki tanggung jawab yang berbeda.Tanggung jawab pengajar-pengajar tersebut meliputi kegiatan konseling,penyajian materi ,pembelajaran,supervise dan pemantauab terhadap keberhasillan siswa.Sedangkan Peters (1973) mengatakan bahwa pendidikan jarak jauh adalah metode penyampaian pengetahuan ,keterampilan dan sikap melalui penggunaan media yang menerapkan sistem indusrialilasi dalam pembelajaran.
Berdasarkan analisis terhadap sejumlah definisi dan implementasi sistem pendidikan,   Sementara itu, Desmond Keegan (1986) memaparkan lima karakteristik pendidikan jarak jauh, yaitu:
a.       Terpisahnya antara peserta belajar dengan pengajar selama proses pembelajaran yang membedakannya dengan pembelajaran konvensional.
b.      Dipengaruhi oleh organisasi atau lembaga penyelenggara baik dalam perencanaan dan persiapan bahan belajar maupun pemberian dukungan belajar bagi peserta belajar yang membedakannya dengan program pembelajaran privat.
c.       Digunakannya media baik cetak, audio, video maupun computer untuk menyatukan antara peserta belajar dan pengajar maupun penyampaian materi pembelajaran.
d.      Digunakannya komunikasi dua arah sehingga terjadi interaksi dan atau dialog yang intensif.
e.       Ketidakperluan hadirnya peserta belajar selama proses pembelajaran sehingga pembelajaran terjadi secara mandiri walaupun tidak menutup kemungkinan adanya pertemuan pada waktu-waktu tertentu baik untuk tujuan pembelajaran maupun sosialisasi atau orientasi.
Jika mengacu pada karakteristik menurut Desmond seperti dijelaskan di atas, maka komponen pendidikan jarak jauh hampir sama dengan menurut Rumble, yaitu adanya peserta belajar, pengajar, bahan belajar, proses belajar, serta lembaga yang menyelenggarakan pendidikan jarak jauh. Sebagai konsekuensi keterpisahan jarak antara peserta belajar dan pengajar maka diperlukan media yang relevan, tentunya, (baik cetak, audio, video atau computer) dan teknologi yang memungkinkan terjadinya komunikasi dua arah.
2.  Ciri-ciri Pembelajaran Jarak Jauh.
Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), yang dimaksud dengan Pendidikan Jarak Jauh (PPJ) adalah pendidikan yang pesertanya didiknya terpisah dari pendidik dan pembelajarannya menggunakan berbagai sumber belajar melalui teknologi komunikasi, informasi, dan media lainnya. Soekartawi (2003) memberikan ciri-ciri yang lebih spesifik dari PJJ yaitu sebagai berikut.
A.       Kegiatan belajar terpisah dengan kegiatan pembelajaran.
B.       Selama proses belajar siswa selaku peserta didik dan guru selaku pendidik terpisahkan oleh tempat, jarak geografis dan waktu atau kombinasi dari ketiganya.
C.       Siswa dan guru terpisah selama pembelajaran, komunikasi diantara keduanya dibantu dengan media pembelajaran, baik media cetak (bahan ajar berupa modul) maupun media elektronik (CD-ROM, VCD, telepon, radio, video, televisi, komputer). 
D.       Jasa pelayanan disediakan baik untuk siswa maupun untuk guru, misalnya resource learning center atau pusat sumber belajar, bahan ajar, infrastruktur pembelajaran). Dengan demikian, baik siswa maupun guru tidak harus mengusahakan sendiri keperluan dalam proses pembelajaran. 
E.        Komunikasi antara siswa dan guru bisa dilakukan baik melalui satu arah maupun dua arah (two ways communication). Contoh komunikasi dua arah ini, misalnya tele-conferencing, video-conferencing, e-moderating). 
F.        Proses pembelajaran di PJJ masih dimungkinkan dengan melakukan pertemuan tatap muka (tutorial) dan ini bukan merupakan suatu keharusan..  
G.       Selama kegiatan belajar, siswa cenderung membentuk kelompok belajar, walaupun sifatnya tidak tetap dan tidak wajib. Kegiatan berkelompok diperlukan untuk memudahkan siswa belajar. 
H.       Peran guru lebih bersifat sebagai fasilitator dan siswa bertindak sebagai participant.

3. Pengelolaan Pembelajaran Jarak Jauh
Ada telah mengenal komponen-komponen penting dalam system pembelajaran jarak jauh kuruyaitu:
a.       Program
b.      Bahan ajar
c.       Layanan
d.      Evaluasi Hasil Belajar
a.     Program
Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penawaran program dalam system pembelajaran jarak jauh adalah sebagai berikut
1. Studi kelayakan perlu dialkukan untuk melihat kemungkinan diselenggarakan suatu program dengan melihat beberapa hal yaitu kebutuhan masyarakat akan program (kualifikasi yang dibutuhkan ,keberlanjutan ); ketersediaan sumber daya ( tenaga pengembang bahan ajar ,tenaga adminstrasi, dan penunjang sarana dan prasarana );pendanaan (dana investasi, dana oprasional dan pemeliharaan , penerimaan internal).

2. Kurikulum
Kurikulum harus dapat menggambarkan bentuk program yang akan ditawarkan yang antara lain meliputi aspek tujuan program ,profil llulusan ,keunggulan program . Kurikulum tersebut merupakan dasar pengembangan garis proram pengajaran (GBPP).
b.  Bahan Ajar
1.  Pengembangan bahan ajar
Dalam system pembelajaran jarak jauh , paket bahan ajar merupakan komponen yang sangat penting ,karena merupakan sumber belajar utama bagi peserta didik . Rowntree (1994) mengelompokkan media cetak yang dapat dimanfaatkan dalam system pembelajaran jarak jauh menjadi empat katagori yaitu media cetak ,media audio –visual, media praktikum dan meida interakif.
Beberapa alternative pengembanagn bahan ajar dalam system pembelajaran jarak jauh Rowntree (1994 ) yaitu :
1. Menggunakan paket bahan ajar yang telah dikembangkan oleh institusi jarak jauh lain
2. Menggunakan bahan yang oleh intitusi ,pendidikan konvensional seperti buku teks,video,ataupun materi belajar yang dapat digunakan .
3. Pengembangan bahan ajar baru
Pengembangan bahan ajar dapat dilakukan minimal melalui dua pola pendekatan seperti yang dikemukakan oleh Moore & Kearsley (1996) yaitu pola penulis-editor dan couse team.
a. Pendekatan Penulis-editor
Pengembangan bahan ajar melibatkan dua orang yaitu penuli dan editor. Penulis diasumsikan berfungsi sebagai ahli materi keilmuan ,ahli desain instruksional,ahli media dan ahli evaluasi.sedangkan editor berfungsi rangkap sebagai couse manager, penelaah materi, penyuting format dan ketikan ,serta penyutingan bahasa.
b. Pendekatan Course
Tim pengembangan bahan ajar dengan pendekatan course tim ini melibatkan beberapa tenaga ahli yang terdiri dari :materi/penulis,ahli desain instruksional,ahli media, dan manager /penanggung jawab pengembangan bahan ajar /mata pelajaran.
4.    Layanan Bantuan Belajar
Walaupun bahan ajar pada system pembelajaran jarak jauh telah dirancnag untuk dipelajari sendiri ,pada kenyataannya setiap peresta didik dalam proses belajarnya memerlukan bantuan ataupun dukungan dari orang atau pihak lain ,baik pada saat memulai kegiatan belajarnya ,pada saat proses belajar ,ataupun sesudah proses belajar berakhir.Secara institusi layanan bantuan belajar pada system pembelajaran jarak jauh yang dapat diberikan melalui berbagia cara antara lain :
o Tutorial
o Bimbingan dan konseling
o Fasilitas /pusat sumber belajar
Ø Tutorial
Layanan akademik dalam bentuk tutorial dapat dilakukan baik secara tatap muka maupun jarak jauh dengan menggunakan media.
1. Tutorial tatap muka pada dasarnya fungsi tutorial tatap muka adalah membantu peserta didik yang mengalami kesulitan dalam mempelajari bahan ajar (Rowntree,1994)
2. Tutorial jarak jauh.
Tutorial jarak jauh dapat dilkukan secara tertulis melalui surat lewat pos /elektronik( mailing mail/list ),melalui telepon /telekonferensi audio, telekoferensi video,tutorial radio atau televisi.
Ø Bimbingan dan konseling
Bimbingan dan konseling merupakan bantuan belajar yang mendukung dan memfasilitasi proses belajar peserta didik ,mulai dari registrasi awal sampai lulus.
Ø Fasilitas /pusat sumber belajar
Bantuan belajar juag harus meliputi perencanaan penyediaan sara akademik dalam pemanfaatan sarana dan prasarana yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa seperti:
a.          Ruang tutorial
b.         Mini lap
c.          Perpustakaan mini
d.         Ruang komputer
e.          Akses internet
Bantuan belajar dalam bentuk fasilitas tersebut akan membantu proses belajar peserta didik ,sehingga mereka tahu kemana harus datang bila memerlukan bantuan dalam proses belajarnya.
4. Kelemahan dan Kelebihan Pembelajaran Jarak Jauh (E-Learning)
Kesuksesan Pembelajaran Jarak Jauh yang meninggalkanketaatan pada jadwal seperti pada proses pembelajaran tatap muka, bukanlah merupakan suatu pilihan yang mudah baik bagi instruktur maupun peserta didik. Maka dari itu PJJ memiliki keterbatasan sekaligus kelebihan.
a.  Kelebihan  pembelajaran jarak jauh (Rusman. 2011:351) :
a.  Tersedianya fasilitas e-moderating di mana pendidik dan peserta didik dapat berkomunikasi secara mudah melalui fasilitas internet tanpa dibatasi oleh jarak, tempat, waktu.
b.  Peserta didik dapat belajar atau me-review bahan pelajaran setiap saat dan di mana saja kalau diperlukan.
c.  Bila peserta didik memerlukan tambahan informasi yang berkaitan dengan bahan yang dipelajarinya, ia dapat melakukan akses di internet secara mudah.
d.  Baik pendidik maupun peserta didik dapat melakukan diskusi melalui internet yang dapat diikuti dengan jumlah peserta yang banyak, sehingga menambah ilmu pengetahuan dan wawasan yang lebih luas.
e.  Peserta didik dapat benar-benar menjadi titik pusat kegiatan belajar-mengajar karena ia senantiasa mengacu kepada pembelajaran mandiri untuk pengembangan diri pribadi.
 (Oemar Hamalik, 1994:52)
1) Adanya pemerataan pendidikan ke berbagai tempat, bahkan ke tempat terpencil atau pedalaman sekalipun. 173
2) Kapasitas daya tampung pembelajaran jarak jauh online tidak terbatas, karena tidak memerlukan ruang kelas, sehingga antara pengajar dengan pembelajar tidak perlu bertatap muka secara langsung dalam ruang kelas. Pengajar dan pembelajar dalam proses pembelajaran memanfaatkan fasilitas komputer yang dihubungkan dengan internet atau intranet.
3) Tidak diperlukannya ruang kelas untuk tatap muka dalam proses pembelajaran akan mengurangi biaya operasional pendidikan, seperti biaya pembangunan dan pemeliharaan kelas atau gedung sekolah, transportasi, atau alat tulis menulis, dan sebagainya.
4) Proses pembelajaran tidak terbatas oleh waktu, sehingga pembelajar dapat menentukan sendiri waktunya untuk belajar, sesuai dengan kemampuan dan ketersediaan waktu yang dimilikinya.
5) Karena tidak terbatas oleh waktu, maka proses pembelajaran ini sangat tepat diterapkan bagi orang yang memiliki waktu terbatas atau tidak tentu, misalnya karyawan, pegawai, pengajar, dan sebagainya. Mereka dapat mengikuti proses pendidikan dan tidak perlu mengganggu waktu bekerja mereka. Mereka masih tetap bekerja sambil belajar.
6) Pembelajar dapat menentukan materi pembelajaran yang dipelajarinya sesuai dengan minat, keinginan dan kebutuhannya, sehingga pembelajaran akan efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran.
7) Pembelajaran berlangsung bergantung pada kemampuan masing-masing pembelajar. Jika pembelajar telah mencapai tujuan pembelajaran, maka dia dapat menghentikan proses pembelajaran yang berkaitan dengan suatu materi pembelajaran dan berpindah ke materi pembelajaran berikutnya. Namun, jika pembelajar masih belum memahami materi pembelajaran yang dipelajarinya tersebut, maka diberi kesempatan untuk mengulangi kembali mempelajari materi pembelajaran tersebut. Pembelajar mengulangi pembelajaran tanpa tergantung pada pengajar atau pembelajar lainnya, sehingga dapat belajar sampai tuntas (mastery learning).
8) Materi pembelajaran selalu akurat dan mutakhir (up to date), karena pembelajar dapat berinteraksi langsung dengan berbagai sumber informasi, terutama jika ada materi pembelajaran yang belum atau kurang dipahami, sehingga keakuratan materi pembelajaran yang disampaikan dapat terjamin. pembelajaran dapat diakses setiap waktu lalu disimpan dalam komputer, sehingga materi pembelajaran itu mudah diperbarui sesuai dengan perkembangan informasi dan ilmu pengetahuan serta teknologi yang terus berkembang setiap saat.
9) Dapat menarik perhatian dan minat pembelajar karena pembelajaran jarak jauh dilaksanakan secara interaktif.
·         Faktor-faktor keberhasilan
Terdapat beberapa faktor penting keberhasilan pembelajaran jarak jauh:
  1. Instruktur harus semangat dan konsisten (committed)
  2. Tim harus melibatkan dukungan administratif yang baik, tergantung pada jenis bahan dan metode-metode penyampaian yang dipergunakan, serta staf perancangan dan pembuatan yang baik
  3. Bahan-bahan pengajaran harus direncanakan dengan baik sehingga mereka dapat diuji dan selalu tersedia. Sebagian besar pekerjaan dilakukan sebelum bahan-bahan tersebut diterima oleh para peserta
  4. Harus ada fasilitasi dan dorongan terhadap interaksi peserta baik dengan instruktur maupun dengan para peserta sendiri
  5. Pelatih harus tetap berkomunikasi secara rutin dengan semua peserta didik
  6. Kemampuan untuk menggunakan setiap teknologi yang digunakan merupakan keharusan. Harus diujikan dan dijelaskan kepada para peserta sepenuhnya sehingga mereka mereka mengenali dengan baik dan merasa nyaman dengannya
  7. Masalah-masalah komunikasi dan teknis harus diselesaikan begitu muncul
  8. Instruktur perlu menggunakan berbagai metode interaksi danfeedback (misalnya komunikasi satu per satuconference callssnail-mails, e-mail, video dan komunikasi tatap muka dengan                        menggunakan  komputer (computer conferencing)
  9. Para peserta dapat menyimpan buku hariannya mengenai pandangan-pandangan mereka terhadap kemajuan dan isi dari kursus tersebut dan selanjutnya mengirimkan atau menyampaikan secara berkala
  10. Sangat penting untuk dapat melakukan kursus langsung tatap muka paling tidak satu kali, yang akan lebih baik bila dilakukan diawal dalam rangka membantu para peserta terbiasa dengan rutinitas pembelajaran jarak jauh dan untuk memberikan beberapa arahan mengenai teknik-teknik belajar.

  
5.  Masalah dan Kendala Pembelajaran Jarak Jauh online
Ada beberapa masalah yang dihadapi dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh, antara lain:175
1)  Kurang tersedianya infrastruktur dan sumber daya pendukungnya, seperti kurang siapnya sumber daya manusia yang terlibat (pengajar, pembelajar, atau teknisi).
2) Adanya kekhawatiran, pendapat, atau persepsi keliru yang berkembang di masyarakat tentang pembelajaran jarak jauh, seperti tentang rendah atau kurangnya mutu lulusan dari pembelajaran jarak jauh dibandingkan pembelajaran konvensional secara tatap muka. Padahal pembelajaran jarak jauh sudah diakui oleh pemerintah dan hasil yang sudah dicapainya tidak kalah dengan pendidikan formal. Masalah lainnya adalah anggapan biayanya mahal, atau tidak diakreditasi oleh pemerintah.
3) Kurang atau tidak adanya dukungan dari masyarakat, kebijakan dari pemerintah atau pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders).
4) Pembelajarannya dianggap tidak menarik karena tidak ada atau kurangnya interaksi antara pengajar dengan pembelajar atau pembelajar dengan pembelajar lainnya.
5) Cara penyampaiannya yang tidak memperhatikan kaidahkaidah pembelajaran jarak jauh.
6) Sulitnya memilih media pembelajaran yang efektif dan interaktif sesuai dengan keinginan dan minat pembelajar.
7) Pendidikan jarak jauh merupakan metode pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada pembelajar untuk belajar secara terpisah dari kegiatan mengajarnya, sehingga komunikasi antara pembelajar dan pengajar harus dilakukan dengan bantuan media, seperti media elektronik atau media cetak. Akibat terpisahnya ini, muncul masalah, yaitu pembelajar dalam melakukan kegiatan belajarnya tidak mendapatkan pengawasan langsung secara terus menerus dari pengajar atau tutor yang hadir di ruang belajar atau di lingkungan sekolah. Namun demikian, pembelajar mendapatkan perencanaan, bimbingan, dan pengawasan dalam proses pembelajarannya dari lembaga pendidikan yang mengelola atau mengatur pendidikan jarak jauh itu.
8) Dalam beberapa kenyataan di lapangan pendidikan, jarang sekali ditemui pembelajaran jarak jauh yang seluruh proses pembelajarannya dilaksanakan dengan e-learning atau online learning.


BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Pembelajaran jarak jauh adalah proses transfer pengetahuan untuk pelajar (siswa) yang dipisahkan dari instruktur (guru) dengan waktu dan / atau jarak fisik dan membuat penggunaan komponen teknologi, seperti video, internet, CD, kaset, dan bentuk teknologi lainnya untuk mencapai pembelajaran.
Dalam pelaksanaannya, pembelajaran jarak jauh ada beberapa faktor yang harus diperhatikan, misalnya interaksi, pengalaman,dll. Selain itu juga dalam pembelajaran jarak jauh terdapat prinsip - prinsip dan unsur-unsur yang perlu diperhatikan.
Sistem belajar jarak jauh merupakan suatu alternatif untuk memperoleh kesempatan belajar bagi pebelajar atau warga belajar yang karena berbagai alasan tidak dapat mengikuti pendidikan pada sistem pendidikan formal atau konvensional.  Pendidikan jarak jauh ini merupakan sistem pendidikan yang bebas untuk diikuti oleh siapa saja tanpa terikat pada batasan tempat, jarak, waktu, usia, jender dan batasan non akademik lainnya. Sistem ini memberikan kebebasan kepada pebelajar atau warga belajar untuk mengikuti kegiatan pembelajaran secara bebas dan mandiri.
Keberhasilan dari program pendidikan jarak jauh ini sangat tergantung pada pihak-pihak yang saling membantu, baik itu dari pebelajar sendiri, lembaga pendidikan yang menyelenggara, anggota masyarakat. Selain itu kita juga harus lebih perduli terhadap perkembangan Sistem belajar jarak jauh ini meski telah merupakan kegiatan yang sudah sejak lama sudah dilakukan oleh dinas pendidikan.

B.     Saran
Mudah-mudaham makalah kami ini menjadi bahan masukan dan menjadi referensi bagi teman-teman sekalian khususnya dalam materi Sistem Pembelajaran Jarak Jauh.





DAFTAR PUSTAKA
http://sitiboget62.blogspot.com/2015/02/makalah-pembelajaran-jarak-jauh.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar