Multimedia Pembelajaran PPKn
“Makalah Media Pembelajaran
Berbasis Web atau Internet”
Di Susun Oleh:
Hilda 1601401014
Gita 1601401013
Marianto Buranda 1601401047
Lucky Alamsyach 1601401035
Prodi
Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan
Fakultas
Keguruan Ilmu Pendidikan
Universitas
Cokroaminoto Palopo
2018
KATA PENGANTAR
Pertama-tama
kami ucapkan puja dan puji syukur kepada Allah SWT, karena atas berkat rohmat
dan hidayah-Nyalah makalah ini dapat diselesaikan pada waktunya.
Adapun
penyusunan makalah ini yang berjudul “Media Pembelajaran Berbasis
Web/Internet”, bertujuan untuk memenuhi syarat menunaikan tugas mata kuliah “Multimedia Pembelajaran PPKn”.
Namun, kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh
karena itu, kami memohon maaf jika ada hal-hal yang kurang berkenan. Kami
sangat mengharapkan kritik dan saran yang konstruktif dan membangun untuk
menjadikan ini lebih sempurna. Semoga ini bisa dapat bermanfaat bagi semua.
Palopo,
April 2018
Penulis
DAFTAR ISI
Sampul..................................................................................................................................
i
Kata Pengantar....................................................................................................................
ii
Daftar Isi............................................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang.............................................................................................................
1
B.
Rumusan Masalah........................................................................................................
2
C.
Tujuan...........................................................................................................................
2
BAB II PEMBAHASAN
A. Konsep Pembelajaran Berbasis Web............................................................................ 3
B. Fungsi Dan Manfaat Pembelajaran Berbasis Web.......................................................
6
C. Kelebihan Dan Kekurangan Pembelajaran Berbasis Web............................................ 7
D. Prinsip-prinsip Pembelajaran Berbasis Web.................................................................
8
E.
Karakteristik
Pembelajaran Berbasis Web....................................................................
8
F.
Model Pengembangan
Pembelajaran Berbasis Web.....................................................
10
G. Metode Pembelajaran Melalui Internet........................................................................
11
BAB
III PENUTUP
A. Kesimpulan...................................................................................................................
12
B. Saran.............................................................................................................................
12
DAFTAR PUSTAKA.........................................................................................................
13
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Perkembangan
Teknologi Informasi (TI) beberapa tahun belakangan ini berkembang dengan
kecepatan yang cukup tinggi, sehingga perkembangan ini telah mengubah paradigma
masyarakat dalam mencari dan mendapatkan informasi, yang tidak lagi terbatas
pada informasi surat kabar, audio visual elektronik, tetapi juga sumber-sumber
informasi lainnya seperti melalui jaringan internet.
Salah satu
bidang yang mendapatkan dampak cukup berarti dari perkembangan (TI) ini adalah
bidang pendidikan, dimana pada dasarnya pendidikan merupakan suatu proses
komunikasi dan informasi dari pendidik kepada peserta didik yang berisi
informasi-informasi pendidikan yang memiliki unsur-unsur:
1.
Pendidik sebagai salah
satu sumber informasi
2.
Media sebagai sarana
penyajian ide
3.
Gagasan dan materi
pendidikan serta
4.
Peserta didik itu
sendiri.
Perkembangan
TI dan penerapannya dalam pendidikan menjadi wacana yang berkembang saat ini.
Integrasi teknologi informasi kedalam pendidikan salah satunya dalam bentuk
Pembelajaran Berbasis Web (PBW). Terdapat berbagai keunggulan penerapan PBW
disamping beberapa catatan kelemahannya bila dibandingkan dengan pembelajaran
konvensional.
Terkait
dengan masalah tersebut, sudah seharusnya guru zaman sekarang ini mulai
memanfaatkan internet sebagai sumber belajar. Dengan pembelajaran seperti ini
diharapkan pengetahuan guru maupun siswa akan berkembang. Selain itu guru
maupun siswa juga akan terbiasa mengoperasikan perangkat komputer tersebut,
sehingga tidak ada lagi istilah guru gaptek (Gagap Teknologi) maupun siswa
gaptek.
B. Rumusan
Masalah
1.
Bagaimana konsep
pembelajaran berbasis web?
2.
Apa fungsi internet
dalam proses pembelajaran?
3.
Apa kelebihan dan
kekurangan internet dalam proses pembelajaran?
C.
Tujuan Pembelajaran
- Mengetahui konsep pembelajaran berbasis web
- Memahami fungsi internet dalam proses pembelajaran
- Mengetahui kelebihan serta kekurangan pembelajaran berbasis web atau internet
BAB II
PEMBAHASAN
A. Konsep
Pembelajaran Berbasis Web
Pembelajaran
berbasis Web adalah suatu kegiatan pembelajaran yang memanfaatkan media situs
(website) yang bias diakses melalui jaringan internet. Pembelajaran berbasis
Web atau yang dikenal juga dengan Web Based Learning, merupakan salah satu
jenis penerapan pembelajaran elektronik (E-learning). Atau dapat juga dikatakan
sebuah pengalaman belajar dengan memanfaatkan jaringan internet untuk
berkomunikasi dan menyampaikan informasi pembelajaran.
Internet
merupakan jaringan yang terdiri atas ribuan bahkan jutaan komputer, termasuk di
dalamnya jaringan lokal, yang terhubungkan melalui saluran (satelit, telepon,
kabel) dan jangkauanya mencakup seluruh dunia. Internet
memiliki banyak fasilitas yang dapat digunakan dalam berbagai bidang, termasuk
dalam kegiatan pendidikan. Fasilitas tersebut antara lain: e-mail, Telnet,
Internet Relay Chat, Newsgroup, Mailing List (Milis), File Transfer Protocol
(FTP), atau World Wide Web (WWW) (Oos M. Anwas: 2003).
Khan
dalam Herman Dwi Surjono (1999) mendefinisikan pengajaran berbasis web (WBI)
sebagai program pengajaran berbasis hypermedia yang memanfaatkan atribut dan
sumber daya World Wide Web (Web) untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Sedangkan
menurut Clark WBI adalah pengajaran individual yang dikirim melalui jaringan
komputer umum atau pribadi dan ditampilkan oleh web browser. Oleh karena itu
kemajuan WBI akan terkait dengan kemajuan teknologi web (perangkat keras dan
perangkat lunak) maupun pertumbuhan jumlah situs-situs web di dunia yang sangat
cepat.
Konvensi
internasional, menyatakan bahwa e-learning merujuk pada penggunaan berbagai
proses dan aplikasi elektronik untuk pembelajaran, termasuk di dalamnya adalah
CBT, WBI, CD, dan lain-lain. Sedangkan pembelajaran berbasis web diartikan
sebagai pembelajaran melalui internet, intranet, dan halaman web saja. Namun
demikian istilah e-learning dan online learning sering disamakan dengan
pembelajaran berbasis web (Davidson & Rasmusen, 2006: 10).
Walter
Dick, dkk (2005: 1) dalam pengantar desain pembelajaran menyatakan bahwa:
”In
a contemporary e-learning or distance learning course, students are brought
together with an instructor (perhaps) and textbook or online content, and are
guided through class activities such as online exercises,
question/answer/discussion boards, projects, and interaction with classmates”.
Pernyataan
di atas menunjukkan bahwa dalam pembelajaran berbasis web pengajar menyajikan
materi secara online, memandu siswa melalui aktivitas kelas dalam bentuk
latihan, ruang diskusi/tanya jawab, tugas, dan berinteraksi dengan teman
sekelas secara online.
Menurut
Herman Dwi Surjono & Maltby (2003), ada dua keuntungan dari pembelajaran
berbasis web, yaitu kebebasan platform dan ruang kelas. Dengan demikian
pembelajaran berbasis web memiliki fleksibilitas tinggi untuk mengubah setting,
struktur, maupun konten sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik pengguna.
Menurut
Mc.Manus dalam Herman Dwi Surjono (1999) ternyata jaringan internet bukanlah
semata-mata suatu media, tetapi lebih dari itu juga merupakan pemberi materi
dan sekaligus materinya. Seorang dosen yang mengajarkan suatu topik tertentu
melalui web akan dengan mudah menghubungkannya dengan situs-situs web yang
berkaitan dengan topik tersebut. Kemampuan ini meliputi:
1. Penyampaian
materi dalam berbagai bentuk data serta dapat dihubungkan ke berbagai sumber informasi
lainnya (hypermedia).
2. Pendaftaran
mahasiswa secara on-line sehingga bisa dilakukan setiap saat.
3. Identifikasi
akses berikutnya bagi mahasiswa yang sudah terdaftar.
4. Penelusuran
kemajuan belajar.
5. Evaluasi.
6. Fleksibilitas
kontrol terhadap alur pembelajaran dan lain-lain.
Dengan
fasilitas yang dimilikinya, internet menurut Onno W. Purbo paling tidak ada
tiga hal dampak positif penggunaan internet dalam pendidikan yaitu:
1. Peserta
didik dapat dengan mudah mengambil mata kuliah dimanapun di seluruh dunia tanpa
batas institusi atau batas negara.
2. Peserta
didik dapat dengan mudah berguru pada para ahli di bidang yang diminatinya.
3. Kuliah/belajar
dapat dengan mudah diambil di berbagai penjuru dunia tanpa bergantung pada
universitas/sekolah tempat si mahasiswa belajar. Di samping itu kini hadir
perpustakan internet yang lebih dinamis dan bisa digunakan di seluruh jagat
raya” (Oos M. Anwas: 2003).
Pendapat
di atas menunjukkan bahwa manfaat internet bagi pendidikan adalah dapat menjadi
akses kepada sumber informasi, akses kepada narasumber, dan sebagai media
kerjasama. Akses kepada sumber informasi yaitu sebagai perpustakaan on-line,
sumber literatur, akses hasil-hasil penelitian, dan akses kepada materi kuliah.
Akses kepada nara sumber bisa dilakukan komunikasi tanpa harus bertemu secara
fisik. Sedangkan sebagai media kerjasama internet bisa menjadi media untuk
melakukan penelitian bersama atau membuat semacam makalah bersama.
Jaya
Kumar C. Koran, mendefinisikan e-learning sebagai sembarang pengajaran dan
pembelajaran yang menggunakan rangkaian elektronik (LAN, WAN, atau internet)
untuk menyampaikan isi pembelajaran, interaksi, atau bimbingan. Ada pula yang
menafsirkan e-learning sebagai bentuk pendidikan jarak jauh yang dilakukan
melalui media internet. Sedangkan Dong mendefinisikan e-learning sebagai
kegiatan belajar asynchronous melalui perangkat elektronik komputer yang
memperoleh bahan belajar yang sesuai dengan kebutuhannya (Oos M. Anwas: 2003).
Rosenberg
menekankan bahwa e-learning merujuk pada penggunaan teknologi internet untuk
mengirimkan serangkaian solusi yang dapat meningkatkan pengetahuan dan
keterampilan. Secara lebih rinci Rosenberg mengkatagorikan tiga kriteria dasar
yang ada dalam e-learning, yaitu: e-learning bersifat jaringan, e-learning
dikirimkan kepada pengguna melalui komputer dengan menggunakan standar
teknologi internet, e-learning terfokus pada pandangan pembelajaran yang paling
luas (Oos M. Anwas: 2003).
Terry
Kidd (2005) dalam tulisannya menyatakan:
“Online
and web based courses have become popular with both students and educational
institutions as the new mediums to deliver educational programs. For
universities, they are an excellent way to reach students in diverse and
distant locations. Some may also be used to supplement school enrollments since
students can take the courses anywhere”.
Pendapat
di atas lebih memantapkan implementasi web based learning di perguruan tinggi
karena dianggap memiliki beberapa keunggulan dalam hal biaya perjalanan,
kenyamanan, dan lingkungan belajar yang kondusif.
Duchastel
dalam Herman Dwi Surjono (1999) mengajukan model pengajaran di perguruan tinggi
dengan memanfaatkan jaringan web di internet. Model ini meliputi fungsi-fungsi
yang sengaja dikontraskan dengan model pengajaran konvensional. Fungsi-fungsi
tersebut akan membentuk suatu model yang bisa dipakai sebagai pedoman bagi para
dosen atau perencana instruksional dalam proses perubahan dari pengajaran
konvensional ke bentuk pengajaran yang sesuai melalui web ataupun mengembangkan
suatu program pengajaran berbasis web yang baru.
Oleh
karena dalam web tersedia sumber informasi dan sumber daya pembelajaran yang
melimpah, maka kegiatan belajar tidak difokuskan pada satu atau beberapa sumber
informasi tertentu saja, tetapi bereksplorasi ke berbagai situs-situs yang
berkaitan. Dalam pengajaran konvensional seorang dosen mewajibkan mahasiswa
untuk mempelajari (menghafal) buku atau diktat tertentu untuk kemudian
dievaluasi penguasaannya pada akhir semester. Dalam model pengajaran berbasis
web seorang dosen lebih tepat memberi pengarahan kepada mahasiswa agar mencapai
suatu tujuan akhir yang diharapkan dan membiarkan mahasiswa mengorganisir
proses pembelajarannya sendiri. Dalam hal ini mirip seperti metode proyek, akan
tetapi aplikasinya tidak pada kerja proyek, melainkan pada pengembangan
pengetahuandalam bidang ilmu tertentu.
Model
pengajaran berbasis web juga menekankan penilaian pada level tugas. Evaluasi
tidak sekedar untuk mengetahui tingkat pemahaman suatu materi, tetapi
dikembangkan untuk menilai pencapaian penyelesaian tugas. Mahasiswa tidak
dievaluasi sampai sejauh mana pengetahuan yang dimilikinya tetapi bagaimana ia
memanfaatkan pengetahuannya untuk menyelesaikan suatu permasalahan (Herman Dwi Surjono: 1999).
Uraian
di atas menunjukan bahwa sebagai dasar dari e-learning adalah pemanfaatan
teknologi internet. Jadi e-learning merupakan bentuk pembelajaran konvensional
yang dituangkan dalam format digital melalui teknologi internet. Oleh karena
itu e-learning dapat digunakan dalam sistem pendidikan jarak jauh dan juga
sistem pendidikan konvensional. Dalam pendidikan konvensional fungsi e-learning
bukan untuk mengganti, melainkan memperkuat model pembelajaran konvensional.
B. Fungsi
dan Manfaat Pembelajaran Berbasis Web
Kruse
(dalam Rusman, 2009:117) dalam salah satu tulisannya yang berjudul “using the
web for learning” yang dimuat dalam situs www.elearningguru.com mengemukakan
bahwa pembelajaran berbasis Web sering kali memiliki manfaat yang banyak bagi
peserta didiknya. Bila dirancang dengan baik dan tepat, maka pembelajaran
berbasis web bias menjadi pembelajaran yang menyenangkan, memiliki unsure
interaktivitas yang tinggi, menyebabkan peserta didik mengingat lebih banyak
materi pelajaran, serta mengurangi biaya-biaya operasional yang biasanya
dikeluarkan oleh peserta didik untuk mengikuti pembelajaran (contohnya uang jajan/biaya
transportasi sekolah).
Dikarenakan
sifatnya yang maya/virtual, pembelajaran berbasis web dianggap telah memberikan
fleksibilitas terhadap kegiatan pengaksesan materi pembelajaran. Penghantaran
materi pembelajaran kini tidak lagi tergantung pada medium fisik seperti buku
pelajaran cetak atau CD-ROM. Materi pembelajaran kini berbentuk data yang bias
di decode (diuraikan) melalui perangkat elektronik seperti computer,
smartphone, telepon seluler atau piranti elektronik lainnya.
Disamping
beberapa keunggulan tersebut, pembelajaran berbasis web juga memiliki
kelemahan, yaitu kurangnya interaksi langsung antara siswa dan guru yang
disebabkan oleh banyak factor teknis. Menyikapi hal tersebut, kruse
berpandangan, dengan semakin majunya teknologi internet dan jaringan, dengan
semakin lebarnya bandwidth dan semakin cepatnya koneksi internet beberapa tahun
belakangan ini, maka kelemahan terbesar dari pembelajaran berbasis web ini bias
diminimalisasi dalam beberapa tahun kedepan.
C. Kelebihan
dan Kekurangan Pembelajaran Berbasis Web
Sebagaimana
media pembelajaran pada umumnya, pembelajaran berbasis web pun memiliki
berbagai kelebihan dan kekurangan.
1.
Kelebihan
·
Memungkinkan setiap
orang dimana pun, kapan pun untuk memepelajari apa pun.
·
Pembelajar dapat
belajar sesuai dengan karakteristik dan langkah dirinya sendiri karena
pembelajaran berbasis web membuat pembelajaran menjadi bersifat individual.
·
Kemampuan untuk membuat
tautan (link), sehingga pembelajar dapat mengakses informasi dari berbagai
sumber, baik didalam maupun diluar lingkungan belajar.
·
Sangat potenisal
sebagai sumber belajar bagi pembelajar yang tidak memiliki cukup waktu untuk
belajar.
·
Dapat mendorong
pembelajar untuk lebih aktif dan mandiri didalam belajar.
·
Menyediakan sumber
belajar tambahan yang dapat digunakan untuk memperkaya materi pembelajaran.
·
Menyediakan mesin
pencari yang dapat digunakan untuk mencari informasi yang mereka butuhkan.
·
Isi dan materi
pelajaran dapat di-update dengan mudah.
2. Kekurangan
·
Keberhasilan pembelajaran
berbasis web bergantung pada kemandirian dan motivasi pembelajar.
·
Akses untuk mengikuti
pembelajaran dengan menggunakan web seringkali menjadi masalah bagi pembelajar.
·
Pembelajar dapat cepat
merasa bosan dan jenuh jika mereka tidak dapat mengakses informasi, dikarenakan
tidak terdapatnya peralatan yang memadai dan bandwith yang cukup.
·
Dibutuhkannya panduan
bagi pembelajar untuk mencari informasi yang eleven, karena informasi yang
terdapat didalam web sangat beragam.
·
Dengan menggunakan
pembelajaran berbasis web, pembelajar terkadang merasa terisolasi, terutama
jika terdapat keterbatasan dalam fasilitas komunikasi.
D. Prinsip-Prinsip Pembelajaran
Berbasis Web
1.
Interaksi
Interaksi
berarti kapasitas komunikasi dengan orang lain yamg teryarik pda topic yang
sama atau menggunakan pembelajaran berbasis web yang sama. Dalam lingkungan
belajar, interaksi berarti kapasitas berbicara baik antarpeserta, maupun antara
peserta dengan instruktur. Interaksi membedakan antara pembelajaran berbasis
web dengan pembelajaran berbasis computer, hal ini berrati bahwa mereka yang
terlibat dalam pembelajaran berbasis web tidak berkomunikasi dengan mesin,
melainkan dengan orang lain yang kemungkinan tidak berada pada lokasi bahkan
waktu yang sama.
2.
Ketergunaan
Ketergunaan
yang dimaksud disini adalah bagaimana siswa mudah menggunakan web. Terdapat dua
elemen penting dalam prinsip ketergunaan ini, yaitu konsistensi dan
kesederhanaan. Intinya adalah bagaimana pengembang pembelajaran berbasis web
ini menciptakan lingkungan belajar yang konsisten dan sederhana, sehingga siswa
tidak mengalami kesulitan baik daam proses
pembelajaran maupun navigasi konten (materi dan aktififtas belajar
lain).
3. Relevansi
Relevansi
diperoleh melalui ketepatan dan kemudahan. Setiap informasi dalam web hendaknya
dibuat sangat spesifik untuk meningkatkan pemahaman pembelajar dan menghindari
bias. Meningkatkan konten yang relevan dalam konteks yang tepat pada waktu yang
tepat adalah bentuk seni tersendiri, dan sedikit pengembangan e-learning yang
berhasil melakukan kombinasi ini. Hal ini melibatkan aspek keefektifan desain
konten serta kedinamisan pencarian dan penempatan konten (materi).
E. Karakteristik
Pembelajaran Berbasis Web
Jolliffe
dkk, sebagaimana dikutip oleh Sunaryo (2007) menyatakan bahwa dari sekian
banyak metode dan teknologi yang dipakai dalam pembelajaran berbasis internet,
pada umunya memiliki karakteristik: (a) materi pembelajaran terdiri atas teks, grafik,
dan unsur multimedia seperti video, audio, dan animasi; (b) adanya aplikasi
komunikasi yang realtime dan tidak realtime seperti ruang chat, forum diskusi,
dan konferensi video; (c) menggunakan web browser; (d) penyimpanan,
pemeliharaan, dan pengadministrasian materi dilakukan dalam webserver, dan (e)
menggunakan internet protokol untuk memfasilitasi komunikasi antara perserta
didik dengan materi pembelajaran.
Selain
pendapat Jolliffe di atas, pendapat tentang karakteristik pembelajaran berbasis internet dikemukakan pula oleh
Sukartawi. Menurut Sukartawi (2003), karakteristik pembelajaran berbasis
internet adalah: (a) memanfaatkan jasa teknologi elektronik, dimana guru dan
siswa relatif mudah berkomunikasi tanpa ada batasan yang bersifat protokoler;
(b) memanfaatkan keunggulan komputer; (c) menggunakan bahan ajar bersifat
mandiri yang disimpan di komputer sehingga dapat diakses oleh guru dan siswa
kapan saja dan di mana saja; (d) jadwal pembelajaran, kurikulum, dan kemajuan
belajar dapat diakses melalui komputer. Kacha Chansilp & Ron Oliver (2004)
menegaskan bahwa web based instruction memiliki keunggulan dibandingkan dengan
pembelajaran tatap muka biasa karena model pembelajaran ini mudah di update,
lebih accesible, lebih fleksibel, dan lebih murah.
Wawancara
yang dilakukan oleh Burge (Muirhead: 2001) menghasilkan identifikasi harapan
peserta didik terhadap pembelajaran online. Harapan-harapan tersebut adalah
partisipasi dalam proses pembelajaran, respon dari pengajar terhadap aktivitas
peserta didik, affective feedback dengan memberikan empati untuk memecahkan
masalah siswa, serta focused messaging dengan memberikan pesan-pesan atau
komentar online secara konsisten melalui forum diskusi.
Dilihat
dari pemanfaatannya, pembelajaran berbasis web dibedakan menjadi tiga tipe
yaitu: web based instruction, web enhanced instruction, dan web supported
instruction. Web based instruction adalah bentuk pendidikan jarak jauh dimana
pembelajaran dikirimkan sepenuhnya secara online. Dalam web based instruction,
peserta didik dan pendidik tidak pernah melakukan interaksi atau pertemuan
tatap muka, seluruh materi pembelajaran dan ujian dikirim melalui web. Web
enhanced instruction adalah bentuk pembelajaran dimana sebagian materi atau
sesi kelas dikirimkan atau dilakukan melalui web dan sebagian lainnnya
diajarkan dalam bentuk tatap muka. Dengan demikian dalam web enhanced
instruction, tidak semua materi diberikan melalui website karena pertemuan
tatap muka masih tetap dilakukan. Dalam hal ini pembelajaran online menjadi
pendukung untuk meningkatkan kualitas pembelajaran secara umum. Web supported
instruction adalah pembelajaran yang dilakukan dengan cara tradisional dan
tatap muka di kelas regular, tetapi diberi tambahan tes atau aktivitas online
(Davidson & Rasmusen, 2006: 24).
Menurut
Walter Dick, dkk, pembelajaran berbasis web merupakan salah satu sistem
penyampaian materi pembelajaran. Sistem penyampaian pembelajaran berbasis web
dapat dilakukan dalam bentuk independent
study to instructor-facilitated dan textual drill and practice to fully
interactive multimedia (2005: 185). Dengan demikian pembelajaran berbasis web
merupakan salah satu delivery system yang fleksibel untuk dikembangkan, terutama untuk menciptakan
kemandirian belajar mahasiswa.
F.
Model Pengembangan
Pembelajaran Berbasis Web
Salah
satu model pembelajaran berbasis web dikembangkan oleh Davidson dan Karel L.
Rasmussen (2006). Model yang dikembangkan oleh Davidson dan Rasmussen tersebut
meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi.
Tahap
analisis meliputi analisis masalah dan analisis komponen pembelajaran. Tahap
desain meliputi desain pembelajaran dan desain software. Tahap pengembangan
adalah merakit berbagai komponen desain pembelajaran dan software menjadi
sebuah program pembelajaran berbasis web. Tahap implementasi terdiri dari
implementasi sementara dan implementasi penuh. Sedangkan tahap evaluasi
dibedakan menajdi evaluasi formatif dan evaluasi sumatif.
Ada
tiga elemen pokok yang harus ada dalam desain model pembelajaran berbasis web,
yaitu learning tasks, learning resources, dan learning supports. Learning tasks
mencakup aktivitas, masalah, dan interaksi untuk melibatkan peserta didik.
Learning resources memuat konten, informasi dan sumber-sumber yang dapat
diakses oleh peserta didik. Learning supports terkait dengan petunjuk belajar,
motivasi, umpan balik, dan kemudahan akses bagi peserta didik (Ron Oliver:
2001).
Sukartawi
(2003) menyarankan beberapa tahap yang perlu diperhatikan dalam mengembangkan
model pembelajaran berbasis web. Tahap-tahap tersebut meliputi: analisis
kebutuhan, rancangan instruksional, pengembangan, pelaksanaan, dan evaluasi.
Tahap awal yang perlu dipertimbangkan adalah apakah pembelajaran berbasis web
memang dperlukan. Hal tersebut harus disesuaikan dengan karakteristik dan
kondisi lembaga pendidikan. Rancangan instruksional meliputi aspek analisis
konten, analisis peserta didik, dan analisis komponen pembelajaran lainnya.
Pengembangan e-learning merupakan proses produksi program dengan
mengintegrasikan berbagai software dan hardware yang diperlukan. Pelaksanaan
merupakan realisasi penggunaan program yang telah dihasilkan dan menganalisis
kelemahan-kelemahan yang terjadi. Evaluasi diperlukan dalam bentuk beta test
ataupun alfa test untuk menguji usabilitas dan efektivitas program sebelum
diimplementasikan secara formal.
Pengembangan
model pembelajaran berbasis web perlu memperhatikan komponen strategi
pembelajaran. Komponen-komponen utama dari strategi pembelajaran yang harus
dirancang adalah: aktivitas awal pembelajaran, penyajian materi, partisipasi
peserta didik, penilaian, dan aktivitas tindak lanjut (Walter Dick, dkk, 2005:
197). Aktivitas awal pembelajaran berupa pemberian motivasi, menumbuhkan perhatian,
menjelaskan tujuan pembelajaran, dan menjelaskan kemampuan awal yang
diperlukan. Penyajian materi meliputi sajian bahan ajar dan contoh-contoh yang
relevan. Partisipasi peserta didik dibangun dengan adanya praktik atau latihan
dan umpan balik. Penilaian dapat berupa tes kemampuan awal, pretest, dan
posttest. Aktivitas tindak lanjut dilakukan untuk membantu mempertahankan daya
ingat terhadap materi pembelajaran.
G. Metode
Pembelajaran Melalui Internet
Pembelajaran
berbasis internet bagi siswa sekolah dasar sudah seharusnya mulai dikenalkan.
Untuk itu para guru hendaknya sudah tahu lebih dahulu tentang dunia internet
sebelum menerapkan pembelajaran tersebut pada siswa. Persiapan yang tak kalah
pentingnya yaitu sarana komputer. Tentu saja dalam hal ini hanya dapat
diterapkan di sekolah-sekolah yang mempunyai fasilitas komputer yang memadai.
Walaupun sebenarnya dapat juga diusahakan oleh sekolah yang tidak mempunyai
fasilitas komputer misalnya dengan mendatangi warnet sebagai mitra dalam
pembelajaran tersebut.
Setelah
semua perangkat untuk pembelajaran siap, guru mulai melakukan pembelajaran
dengan menggunakan sumber belajar internet. Bagi siswa sekolah dasar tentu saja
akses-akses yang ringan yang berkaitan dengan mata pelajaran yang diajarkan.
Disinilah kepiawaian seorang guru ditampilkan dalam mendampingi, membimbing dan
mengolah metode pembelajaran agar tujuan pembelajaran yang diharapkan tercapai.
Beberapa
metode yang dapat dilakukan oleh guru, diantaranya: diskusi, demonstrasi,
problem solving, inkuiri, dan discoveri. Guru memberikan topik tertentu pada
siswa, kemudian siswa mencari hal-hal yang berkaitan dengan hal tersebut dengan
mencari (down load) dari internet. Guru juga dapat memberikan tugas-tugas
ringan yang mengharuskan siswa mengakses dari internet, suatu misalnya dalam
pembelajaran Bahasa Indonesia siswa dapat mencari karya puisi atau cerpen dari
internet. Siswa juga dapat belajar dari internet tentang hal-hal yang up to
date yang berkaitan dengan pengetahuan. Guru memberi tugas pada siswa untuk
mencari suatu peristiwa muthakir dari internet kemudian mendiskusikannya di
kelas, lalu siswa menyusun laporan dari hasil diskusi tersebut.
Metode-metode
tersebut dapat dilakukan guru dengan model-model pembelajaran yang bervariasi
sehingga siswa semakin senang, tertarik untuk mempelajarinya sehingga proses
pembelajaran tersebut menjadi pembelajaran yang bermakna. Dengan pembelajaran
berbasis internet diharapkan siswa akan terbiasa berpikir kritis dan mendorong
siswa untuk menjadi pembelajar otodidak. Siswa juga akan terbiasa mencari
berbagai informasi dari berbagai sumber untuk belajar. Pembelajaran ini juga
mendidik siswa untuk bekerjasama dengan siswa lain dalam kelompok kecil maupun
tim. Satu hal lagi yang tidak kalah pentingnya yaitu dengan pembelajaran
berbasis internet pengetahuan dan wawasan siswa berkembang, mampu meningkatkan
hasil belajar siswa, dengan demikian mutu pendidikan juga akan meningkat.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Keuntungan
Media pembelajaran berbasis web adalah dalam hal fleksibilitasnya. Sebagian
media pembelajarn berbasis web hanya dibangun untuk menampilkan kumpulan
materi, sementara forum diskusi atau tanya jawab dilakukan melalui e-mail atau
milist. Disamping itu ada juga media pembelajaran berbasis web yang terpadu,
berupa portal e-learning yang berisi berbagai obyek pembelajaran yang diperkaya
dengan multimedia serta dipadukan dengan system informasi akademik, evaluasi,
komunikasi, diskusi, dan berbagaieducatioanal tools lainnya. Free weblog
merupakan web yang dapat dikembangkan secara instan terdiri dari post dan page.
Free weblog dengan demikian dapat dikembangkan sebagai media pembelajaran
berbasis web. Berdasarkan kajian teori, disimpulkan bahwa metode pemanfaatan
freeweblog sebagai media pembelajaran berbasis web dapat dilakukan dengan cara:
1. Membuat
post sebagai media diskusi.
2. Membuat
halaman sebagai tempat menampilkan suatu mata pelajaran/mata kuliah.
3. Membuat
sub halaman sebagai tempat menampilkan suatu pokok bahasan dalam suatu mata
pelajaran/mata kuliah.
Adapun
keunggulan media pembelajaran berbasis web yang dibangun dengan free weblog
adalah:
1. Sebagai
media pembelajaran berbasis web, free weblog dapat diakses oleh para siswa
kapan saja dan di mana saja.
2. Free
weblog merupakan web yang dapat dibangun dengan mudah tidak memerlukan bahasa
pemrograman khusus.
3. Free
weblog merupakan web yang dapat dibangun tanpa biaya sepeserpun.
B. Saran
Saya
menyadari sepenuhnya bahwa dalam pembuatan makalah ini masih banyak terdapat
kesalahan dan kekurangan didalam pembuatan makalah ini. Oleh karena itu, dengan
kerendahan hati penulis mengharapkan kritik dan saran baik dari dosen pemimbing
maupun dari pembaca budiman. Atas kritik dan saran nantinya kami ucapkan terima kasih.
DAFTAR PUSTAKA
http://www.teknologipendidikan.net/pengembangan-bahan-belajar-berbasis-web
http://ilmukomputer.org/2009/06/10/pengembangan-media-pembelajaran-berbasis-komputer
http://ilmukomputer.org/2008/03/29/pengembangan-model-pembelajaran-jarak-jauh
http://ilmukomputer.org/wp-content/uploads/2008/01/adri-multimedia-pengajaran.pdf
http://ilmukomputer.org/wp-content/u
Tidak ada komentar:
Posting Komentar